<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220</id><updated>2011-04-22T02:15:27.570+07:00</updated><title type='text'>Ekonomi Masyarakat Pedesaan</title><subtitle type='html'>Informasi mengenai bidang agribisnis peternakan dan pertanian dalam hubungannya dengan Ekonomi masyarakat berbasis Inovasi Teknologi peternakan dan pertanian (Agribisnis)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-8356434226378266917</id><published>2008-03-12T12:05:00.000+07:00</published><updated>2008-03-12T12:06:29.757+07:00</updated><title type='text'>Juragan Ayam Potong</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan keuletannya, Tujo Hadi Sumarto merambah dari pengumpul ayam menjadi pengusaha besar ayam potong yang sukses. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terik matahari menyengat kulit. Namun, di depan deretan toko di Jalan Godean Km. 7,5, Yogyakarta, kesibukan beberapa pria mengangkati kantong pakan ternak ke atas sebuah mobil pikap tak menyurut. Di antara mereka terlihat seorang lelaki setengah baya yang ikut bermandi keringat membawa zak-zak itu sambil menghitung tumpukan yang sudah berada di atas mobil, siap dikirim ke para pembeli. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengenakan kaus oblong, celana panjang, dan sandal kulit imitasi, ia tak berbeda dengan para pengangkut lainnya. Suaranyalah yang membedakan. Dengan tegas ia mengomandani aktivitas di siang itu. Dialah Tujo Hadi Sumarto, 50 tahun, satu dari pengusaha besar perdagangan ayam potong dan pakan ternak di Jogyakarta. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap hari, Tujo, yang lebih dikenal dengan nama kecilnya Paidi, bisa menjual 25 hingga 30 ton ayam potong ke Jakarta, Bogor, dan beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk menunjang usahanya, ia memiliki 20 truk besar dan Colt pikap, serta 10 buah sepeda motor. Tersedia pula gudang seluas 4.000 meter persegi dan tiga lokasi kandang dengan kapasitas sekitar 4.000 ekor ayam. “Untuk melanyani pembeli di sekitar sini,” ujarnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Uang yang berputar dalam bisnis ayam potong itu ditaksir rata-rata mencapai Rp. 200 juta per hari. Dari ayam ini, Tujo telah memetik hasilnya: dua rumah besar jadi tempatknya berteduh — salah satunya yang bernilai Rp. 850 juta baru dibangun di atas tanah seluas 550 meter persegi. Mau ke mana-mana ia tinggal menstater tiga mobil menterengnya, dua buah Baby Benz dan satu buah BMW.&lt;br /&gt;Cerita Paidi bukanlah kisah Cinderella. Keberhasilan pengusaha ini bisa ditiru siapa pun yang punya tekad sekuat Tujo. Hanya lulusan sekolah rakyat (setingkat sekolah dasar), lelaki ini membangun bata demi bata istananya dengan sikapnya yang menghalalkan kerja keras, tekun dan berhemat selama bertahun-tahun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-1198"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mewarisi bakat dagang dari ayahnya, mula-mula Paidi sekadar membantu menjual ayam potong milik ayahnya. Pada 1969, ia memulai bisnis sendiri sebagi pedagang ayam keliling. Berbekal sedikit uang dari ayahnya dan sebuah sepeda onthel dengan keranjang di belakangnya, ia keluar-masuk kampung mengumpulkan ayam dan menjualnya ke pasar-pasar di sekitar Wates, Nanggulan, Godean, Muntilan, hingga Jogjakarta. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menjual 70 ekor ayam kampung hidup, Paidi harus menggenjot sepedanya kadang sampai 35 kilometer. Ia tak berkeluh kesar. “bagaimana lagi, saya harus menjalani pekerjaan itu dengan telaten. Mau melanjutkan sekolah, orang tua tidak mampu, jadi saya mengikuti jejak orang tua berjualan ayam,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Genjotan onthel-nya mengalirkan rezeki. Dalam tempo 10 tahun, sepedanya bisa pensiun karena digantikan sebuah mobil Colt pikap. Jangkauan pemasarannya jelas membesar hingga ke pelosok desa di sekitar Jogjakarta. Jumlah ayam yang dijualnya meningkat hingga sekitar 500 ekor ayam kampung setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada saat marak usaha peternakan ayam potong, ayah tiga orang itu memberanikan diri menjadi peternak. Itu dilakukannya pada 1990. Dua tahun kemudian, seiring dengan makin sulitnya mencari ayam kampung, dagangannya dialihkan menjadi ayam negeri. Jogjakarta dianggapnya tak lagi cukup besar, maka luar daerah pun dibanjirinya dengan ayam potong yang disebar memakai truk sewaan. Hanya beberapa tahun ia menyewa, setelah itu Paidi memakai Colt L-300 pikap yang dibelinya sendiri. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sikap wiraswasta teruji di kala krisis ekonomi mendera. Saat itu, ada peternak yang mengelola 80 ribu ayam potong yang bangkrut karena tingginya harga pakan ayam. Paidi mengambilalihnya. Truknya dijual untuk tambahan modal. Perhitunganya terbukti tepat. Ketika itu, lantaran banyak pedagang dan peternak jatuh bangkrut, pasokan ayam otomatis menurun drastis sehingga harganya melambung tinggi. Tujo pun menuai untuk melimpah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan Paidi meniti buih pada saat terhadi krisis moneter tak lepas dari sikapnya yang hemat dan berhati-hati. Ia tak pernah hanya terbawa arus kebiasaan meminjam uang di bank atau membeli barang dengan sistem kredit. Dengan merendah, ia mengaku sebagai orang yang penakut. “Kalau pemberani, mungkin sudah sukses dari dulu karena belum banyak pedagang sehingga saingannya sedikit,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, sikap penakutnya itu justru menolongnya karena membuat ia tak teherat utang selama masa krisis, sementara pedagang lain jatuh karena utang menumpuk. “Saya tidak suka kredit. Membeli mobil pun saya lakukan secara kontan. Kalaupun terpaksa kredit benar-benar saya perhitungkan jangan sampai nantinya tidak mampu membayar,” paparnya panjang lebar. Selama berbisnis, Paidi tercatat baru sekali meminjam uang, yaitu dari PT. Sarana Jogja Ventura. Bantuan pembiayaan Rp. 200 juta itu diterimanya setahun lalu untuk menyelesaikan pembangunan rumah.&lt;br /&gt;Ada lagi beberapa sifat Paidi yang cocok dengan iklim usaha yang dijalaninya. Ia, misalnya sangat menjunjung kejujuran dan menjaga kepercayaan orang. Hasilnya? Dengan bangga ia menuturkan bisa gampang berjual-beli hanya dengan menggunakan telpon. “Kadang, kalau mengambil ayam, saya hanya menyuruh sopir dengan membawa memo atau DO (delivery order), mereka sudah percaya,” katanya. Kemudian ayam-ayam itu langsung dikirim lagi ke pedagang yang memesan. Tentu, tak semua kliennya seperti dirinya. Sekali it pernah kena getok. Suatu ketika ia mendapat pesanan satu truk telur ayam senilai Rp. 18 juta. Barang langsung dikirim, tapi pembayaran tak kunjung sampai hingga kini. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi sifatnya yang susah-susah gampang untuk ditiru adalah tidak kemaruk. Ia tetap menjalani hidup sederhana, tak ada secuil kemewahan pun di tempat kerjanya di Jalan Godean, yang hanya berupa lima unit toko seluas 4 kali 3 meter. Satu ruangan digunakan untuk kantor dan yang lain menjadi gudang sekaligus toko pakan ternak yang dinamainya “Wawan Poultry Shop”, mengambil nama salah seorang anaknya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di sana cuma ada sebuah meja tulis tua dilapisi kaca yang pojoknya sudah pecah, tiga kursi lipat, dua kursi kayu dan dua bangku panjang. Di sisi lain ruangan itu terlihat sebuah lemari dokumen besi bersusun empat dan sebuah kulkas. “Saya tidak senang dipuji, karena itu saya tidak mau mengubah penampilan. Sejak dulu yang begini, punya atau tidak punya, ya seadanya dan biasa saja,” ceritanya&lt;br /&gt;Tak cuma hubungannya dengan pelanggan yang harus dipelihara, tapi juga mitra kerja dan kesejahteraan para karyawannya. Sebanyak 40 orang karyawannya loyal kepadanya karena mendapat gaji dan fasilitas yang cukup. Bonus dan piknik bersama selalu menunggu mereka di setiap akhir tahun. Seperti tahun ini, ramai-ramai mereka piknik ke Jawa Timur memakai dua bus. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan modal ketekunan, kejujuran, dan sikap hemat itulah Paidi menyongsong masa depan bisnis ayam potong yang menurut dia kini agak lesu. Apalagi pedagang semakin banyak sehingga tingkat persaingan makin tinggi. Kendati begitu, ia mengaku tidak mengalami penurunan omzet, tapi selama setahun terakhir sulit meningkatkan omzet. Pada tahun depan, dengan diberlakukannya perdagangan bebas dan penetapan harga standar, persaingan tentu akan semakin ketat. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Pada saat itu, kualitas harus menjadi modal utama kami, dan servis kepada pelanggan menjadi sangat penting,” kata Paidi dengan gaya bicara yang tenang. Dan, ia beruntung sudah mengantongi modal hubungan baik yang selalu terpelihara dengan para pedagang dan peternak yang menjadi mitra kerjanya. “Saya berdagang selalu menggunakan ini (menunjuk ke dada). Jadi, bagi saya, pembeli, berapa pun dia membeli, saya perlakukan sama karena pembeli adalah raja. Selain itu, ramah-tamah tidak boleh ditinggalkan,” katanya sambil tersenyum. Sikap ramah-tamah dan bersahabat itu, tuturnya, penting untuk menjaga tali persaudaraan. Kalau sudah begitu, menurut dia, pelanggan akan sungkan lari ke tempat lain. Nugroho Dewanto, L.N. Idayanie (Yogyakarta)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-8356434226378266917?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/8356434226378266917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=8356434226378266917' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/8356434226378266917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/8356434226378266917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/juragan-ayam-potong.html' title='Juragan Ayam Potong'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-6016887149616303790</id><published>2008-03-07T15:49:00.003+07:00</published><updated>2008-03-07T16:35:26.281+07:00</updated><title type='text'>My Dream</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peternakan Terpadu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alangkah senangnya ketika berada di peternakan sapi. Bagi sebagian orang mungkin merasa jijik dekat-dekat kandang ternak. Tapi, saya sungguh sangat menikmati saat-saat berkunjung ke peternakan. Kapan ya saya memiliki peternakan sendiri? dengan jumlah sapi yang banyak sekali. Rasanya, bau kotoran ternak yang menyatu dengan hembusan angin dari ladang merupakan terapi bagi saya, karena sungguh sangat damai dan serasa berada pada tempat yang jauh dari keramaian. Mungkin bagi orang bau tersebut sangat mengganggu, tapi bagi saya sendiri bau tersebut selalu dirindu.Hehe...asal jangan bau amoniak sama H2S-nya saja yang tercium mentah-mentah, bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kelenger&lt;/span&gt;. :D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya heran, kenapa peternakan di Indonesia belum maju seperti di negara lainnya, misalnya Amerika ataupun Australia. Semakin heran lagi, sarjana-sarjana lulusan Fakultas Peternakan kesulitan mendapatkan pekerjaan, karena terbatasnya lapangan kerja yang ditawarkan. Seharusnya sarjana peternakan merupakan aset yang sangat berharga. Bukan sarjana tambang atau minyak yang berjaya dengan gaji WAH. :P. Kembali lagi ke peternakan sapi, sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bisnis yang sangat menguntungkan. Banyak pengusaha-pengusaha muda yang bergelut dengan dunia peternakan menuai kesuksesan yang luar biasa. Tapi itu yang punya modal, Namun, sangat disayangkan, animo masyarakat untuk ber-investasi pada bidang pertanian/peternakan relatif minim sekali. Masyarakat lebih suka menyimpan uangnya pada sektor-sektor yang cepat menghasilkan uang dengan tingkat return yang sangat tinggi(meski resiko juga tinggi), pasar modal misalnya. Padahal, banyak juga rekan-rekan saya yang harus merasakan kekecewaan mendalam akibat kerugian pada sektor tersebut. Bayangkan saja, puluhan milyar dana amblas kurang dari satu tahun. Ah, seandainya saja uang sebesar itu dibelikan sapi..dapat berapa ya? dan jika 50% sapi yang dibeli dari uang tersebut bunting dan melahirkan, tentu akan lebih besar lagi jumlahnya. Belum lagi berapa orang yang akan terlibat pada usaha tersebut. Saya cuma berandai-andai, misalnya para investor tersebut membuka peternakan di daerah-daerah tertinggal, dimana ketersediaan lahan dan pakan masih sangat besar, dan dipasarkan ke luar negeri berupa daging olahan, sudah barang tentu masyarakat kita akan semakin berkembang. Secara tidak langsung hal tersebut akan merangsang tumbuhnya industri-industri baru berbasis peternakan.Desa mengepung kota, rasanya harus diterapkan guna memeratakan pembangunan di Indonesia tercinta ini. Kabupaten Garut dapat dijadikan contoh, selain sayuran dan jeruknya yang terkenal itu, Garut memiliki beberapa kawasan dengan basis peternakan sapi perah, domba Garut, dan lain-lain. Di dekat kota Garut, daerah Sukaregang banyak terdapat industri-industri rumah tangga yang mengolah kulit sapi menjadi komoditas berkualitas ekspor. Mulai dari sepatu kulit, jaket kulit, tas, dompet, dan lain-lain industri berbahan baku kulit. Bahkan salah satu industri, milik H. Ate memiliki pabrik pengolahan kulit dimana hasil produksinya diekspor guna memenuhi permintaan pabrik-pabrik pembuatan mobil mewah di Eropa dan Korea. Bayangkan seandainya saja seluruh daerah di Indonesia memiliki kekuatan agribisnis pertanian maupun peternakan yang kuat dan kokoh tentunya Bangsa kita dapat berdiri dengan bangga di atas kaki sendiri, tanpa meng-exploitasi sumber-sumber alam yang dapat merusak lingkungan. Kita beli saja minyak dari arab, batu-bara dari Brazil, pokoknya semua jenis sumber daya alam yang tidak dapat terbarukan dibeli dari luar. Biar Bangsa kita utuh, bersih, alami, dan selalu indah...Tapi, rupanya saya bermimpi, hampir semua wilayah yang mengandung emas hitam dan emas putih diexploitasi sebesar-besarnya untuk para kapitalis, sehingga Indonesia sengsara dilanda banjir, lumpur lapindo, kerusakan lingkungan hampir di seluruh kawasan Indonesia. Ah, seandainya saja ladang-ladang kita penuh dengan tanaman pangan dan sayuran, penuh dengan ternak-ternak produktif, tentu bencana alam enggan berkunjung untuk merusaknya karena Indonesia begitu indah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lagi-lagi, bau sapi dan ladang sangat damai dan selalu dirindu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-6016887149616303790?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/6016887149616303790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=6016887149616303790' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/6016887149616303790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/6016887149616303790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/my-dream.html' title='My Dream'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-314405157984411803</id><published>2008-03-06T21:54:00.001+07:00</published><updated>2008-03-06T21:58:19.056+07:00</updated><title type='text'>Pertanian terpadu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Integrasi Peternakan dengan lahan Pertanian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu upaya untuk mewujudkan pengembangan ekonomi daerah tertinggal yakni dengan cara pembangunan kawasan produksi berbasis komoditas unggulan. Peternakan sapi potong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah satu komoditas unggulan yang layak dikembangkan guna meningkatkan pendapatan masyarakat daerah tertinggal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, sebagian besar pola peternakan sapi potong rakyat masih menggunakan pola tradisional dan belum tersentuh inovasi teknologi tepat guna. Masyarakat masih menganggap ternak sapi hanya sebagai alat bantu dalam pengolahan lahan pertanian. Cara beternak yang masih individual dengan pola pemeliharaan di dekat rumah tinggal dan pemberian pakan seadanya mengakibatkan populasi ternak dan produktifitasnya relatif kurang berkembang. Pola pemeliharaan ternak sapi potong rakyat selama ini perlu diubah guna mempercepat peningkatan produktifitasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pertanian organik terpadu berbasis peternakan terbukti sangat menguntungkan. Integrasi ternak dengan lahan pertanian merupakan upaya percepatan pengembangan peternakan dengan penerapan keterpaduan antar komoditas ternak dengan usaha tanaman pangan, perkebunan dan perikanan yang saling menguntungkan berupa limbah usaha tanaman pangan, perkebunan dan perikanan yang digunakan sebagai pakan ternak untuk ternak dan kotoran ternak dalam bentuk kompos yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pertanian terpadu membutuhkan bahan organik dalam jumlah banyak. Dari kegiatan penggemukan sapi potong dapat dihasilkan bahan organik berupa pupuk kandang dan pupuk cair. Sebagai gambaran, dari 3 ekor sapi dapat dihasilkan kotoran yang dapat dipakai untuk memupuk 5 Ha sawah per tahun. Selain itu, dengan teknologi sederhana kotoran ternak dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif menjadi biogas. Pada beberapa peternakan sapi rakyat di Pangalengan pemanfaatan kotoran ternak sudah digunakan sebagai bahan bakar alternatif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-314405157984411803?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/314405157984411803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=314405157984411803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/314405157984411803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/314405157984411803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/pertanian-terpadu.html' title='Pertanian terpadu'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-6249190340633495101</id><published>2008-03-06T21:43:00.004+07:00</published><updated>2008-03-07T23:49:02.184+07:00</updated><title type='text'>Peternakan Sapi Perah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknologi Formulasi Pakan Alternatif Untuk Sapi Laktasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Subiharta, Ulin Nuschati, Ernawati dan Budi Utomo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha peternakan&lt;br /&gt;sapi perah, karena pemberian pakan yang kurang cukup kandungan&lt;br /&gt;nutrisinya dapat berpengaruh terhadap reproduksi maupun produksi susu&lt;br /&gt;sapi perah. Kebutuhan TDN dan protein sapi perah laktasi masing-masing&lt;br /&gt;antara 65-78% dan 15-18%, sementara hasil penelitian di wilayah&lt;br /&gt;Boyolali menunjukkan bahwa kandungan protein pakan konsentrat sapi&lt;br /&gt;perah hanya 8,91 % dengan TDN 65%. Hal ini mengakibatkan produksi dan&lt;br /&gt;produktivitas sapi perah tidak optimal. Untuk memperbaiki hal tersebut&lt;br /&gt;pada tahun 2000 BPTP Jawa Tengah telah menghasilkan kajian formula&lt;br /&gt;pakan sapi perah laktasi yang diharapkan dapat bermanfaat dalam&lt;br /&gt;peningkatan produksi dan produktivitas susu sapi perah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Rekomendasi Teknologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;1.Jenis ternak&lt;br /&gt;Induk Sapi Perah PFH (Peranakan Fries Holstein) sedang laktasi&lt;br /&gt;2.Pakan hijauan&lt;br /&gt;Rumput raja segar, jumlah pemberian 10% bobot&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;3.Pakan tambahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Formula Konsentrat BPTP Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;- Konsentrat petani (KUD)43,75%&lt;br /&gt;- Koro Benguk18,75%&lt;br /&gt;- Pollar18,75%&lt;br /&gt;- Bungkil Kopra18,75%&lt;br /&gt;- Kandungan Protein Kasar15,26%&lt;br /&gt;- Total Digestible Nutrient89,00%&lt;br /&gt;- Ca dan P1,00%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pemberian pakan pagi dan siang dengan jumlah pemberian 40-50%&lt;br /&gt;dari total ransum (konsentrat dan hijauan) berdasarkan produksi susu&lt;br /&gt;dan bobot badan. Waktu pemberian pada saat sapi sedang diperah sehingga&lt;br /&gt;sapi tidak bergerak-gerak atau dalam keadaan tenang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;4.Air minum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Air minum diberikan secara adlibitum (secukupnya)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;5.Keragaan hasil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Produksi susu rata-rata mencapai 14,06&lt;br /&gt;liter/ekor/hari lebih tinggi dibandingkan pola petani yaitu 11,20&lt;br /&gt;liter/ekor/hari atau meningkat 2,8 liter/ekor/hari. Kadar lemak pola&lt;br /&gt;introduksi 5,08 dan pola petani 4,8. Berat Jenis (BJ) pola introduksi&lt;br /&gt;dan pola petani sama yaitu 1,023.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Analisis Finansial&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Hasil analisis finansial perbaikan pakan konsentrat untuk induk laktasi&lt;br /&gt;dapat meningkatkan pendapatan sebesar Rp. 1.502.395/tahun/4 ekor atau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;naik 80,5%&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Wilayah Rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Daerah dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 800 dpl atau lebih dan&lt;br /&gt;daerah yang populasi sapi perahnya cukup&lt;br /&gt;banyak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-6249190340633495101?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/6249190340633495101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=6249190340633495101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/6249190340633495101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/6249190340633495101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/peternakan-sapi-perah_06.html' title='Peternakan Sapi Perah'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-4268719638182965036</id><published>2008-03-06T21:35:00.001+07:00</published><updated>2008-03-06T21:39:58.802+07:00</updated><title type='text'>Peluang Usaha Feedlot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapi Potong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat Indonesia, telah dipotong sekitar 1,5 juta ekor sapi lokal untuk menghasilkan kurang lebih 350.000 ton daging sapi yang diproduksi di dalam negeri ditambah dengan mendatangkan sapi bakalan dari Australia tidak kurang dari 350.000 ekor dan impor daging sapi beku sekitar 30.000 ton. Jika saja terjadi peningkatan populasi penduduk 2% per tahun dan populasi sapi di dalam negeri adalah 14% per tahun dengan kemampuan konsumsi daging (sapi) masyarakat hanya naik 1 gram/kapita/hari, di mana kondisi ini pun masih di bawah normal gizi, maka dibutuhkan daging sekitar 1.265,8 ton/hari identik dengan 10.548 ekor sapi yang harus dipotong per hari atau 3,85 juta ekor per tahun. Jika saja 50% penduduk Indonesia tidak mampu membeli daging sapi, artinya sekitar 120 juta orang masih memerlukan dan mampu membeli daging. Pasokan sapi potong domestik yang tidak mencukupi jumlah kebutuhan pasar dalam negeri menyebabkan pasar Indonesia, khususnya pulau jawa dibanjiri oleh Sapi dari Australia. Kenyataan ini tentu sebaiknya merupakan sinyal positip bagi para investor untuk memanfaatkan peluang tersebut..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-4268719638182965036?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/4268719638182965036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=4268719638182965036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4268719638182965036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4268719638182965036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/peluang-usaha-feedlot.html' title='Peluang Usaha Feedlot'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-4342700309754961805</id><published>2008-03-04T08:46:00.002+07:00</published><updated>2008-03-06T22:12:33.779+07:00</updated><title type='text'>Pupuk Organik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="body"&gt; &lt;div class="deleteBody"&gt;&lt;h2 class="postTitle" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Pupuk Organik&lt;/h2&gt; &lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;PUPUK ORGANIK - Dari Kompos Cacing Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oleh: Ir. Lanny Mardin MBA&lt;/i&gt;  &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;A. Sejarah Budidaya Cacing Tanah di Indonesia&lt;/b&gt; •&lt;br /&gt;Pada tahun 1983 ditemukan jenis cacing tanah Lumbricus rubellus di Jayagiri Lembang, Kabupaten Bandung sebanyak 7 ekor dan 5 kokon. • Dari jumlah tersebut berhasil dibudidaya secara laboratories dan berkembang menjadi kurang lebih 5 kg pada talum 1985/1986. • Secara praktis dapat dibudidaya dan dikembangkan oleh masyarakat di pedesaan. • Sekarang, budidaya cacing tanah mulai diminati praktisi praktisi bisnis dengan berbagai tujuan, misal sebagai pengolah limbah, bahan baku sumber protein hewani pakan ternak dan ikan, bahan baku pembuatan kosmetik dan sebagai pakan hewan kesayangan. &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;B. Potensi Cacing Tanah&lt;/b&gt; • Sebagai pengurai bahan organik dalam pengolahan limbah padat. • Sebagai penghasil pupuk organik. • Sebagai bahan baku umber protein hewani (64 - 72%) dan asam amino esensial untuk berbagai peruntukan, antara lain: 1. Bahan baku pembuatan pakan ternak, ikan dan udang 2. Bahan baku pembuatan pangan 3. Bahan baku pembuatan obat - obatan 4. Bahan baku pembuatan kosmetik • Sebagai sarana rekreasi: 1. Mengail ikan 2. Pakan hewan kesayangan (burung, ikan, dsb) 3. Memperindah tanam tanam wisata, karena potensinya sebagai penghasil pupuk organik untuk tanaman. &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;C. Media organik sebagai tempat hidup cacing tanah (Vermi Compost)&lt;/b&gt; • Media sendiri tidak hanya sebagai tempat hidup tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai surnber pakan cacing tanah. • Bahan organik yang digunakan untuk pakan cacing tanah mengandung nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan produksi. • Untuk keperluan media, bahan organik yang akan digunakan harus difermentasikan terlebih dahulu. • Bahan organik yang baik mengandung nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan produksi. • Untuk keperluan media, bahan organik yang akan digunakan harus difermentasikan terlebih dahulu. • Bahan organik yang baik untuk pembuatan media: 1. Semua limbah ternak, seperti: sapi, kerbau, domba/kambing, kelinci (sisa pakan dan fasesnya) 2. Limbah rumah tangga 3. Limbah pertanian padi, jagung, kacang kacangan, pisang 4, Limbah penggilingan padi, penggergajian &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;D. Pupuk Organik Padat/cair SEbY G/L&lt;/b&gt; 1. SEbY G/L adalah suatu formula baru berupa pupuk organik cair yang dibuat khusus untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan tanaman, pembuangan dan pembuahan. 2. Pupuk ini merupakan campuran dari Vermi Compost (kompos Cacing tanah) dengan bahan senyawa tumbuhan tropis lainnya. 3. Pupuk organik cair SEbY G/L mengandung unsur unsur makro seperti N, P205, K20 dan mikro seperti S, Cl, Fe, Al, Na, Mg, Mn dan Zn. 4. Pupuk ini diproduksi dalam negeri (home industry) &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;E. Aspek Aspek Ekonomis SEbY G/L&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan pupuk organik cair lainnya maka penggunaan SEbY G/L mempunyai nilai tambah sebagai berikut: 1. Cara pemakaian sangat sederhana, dengan jarak pemakaian yang cukup panjang serta ekonomis. Tidak berbahaya bagi kehidupan manusia, hewan ternak maupun unggas. Dapat berfungsi sebagai: • Stimulator, yaitu memberi daya rangsang tumbuh pada tanaman, khusus dalam penyusunan konstelasi perakaran sehingga menunjang dan mempercepat pertumbuhan, pembungaan dan pembuahan. • Injektor, yaitu dapat menghilangkan kekerdilan, mencegah, penyakit tanaman yang disebabkan oleh interaksi lingkungan, udara dan iklim, misalnya penyakit rontok daun. • Vitalis, yang merupakan fitohormon, sehingga dapat menyuburkan dan menyehatkan serta menambah daya tahan hidup tanaman pacia umumnya. Dari aspek ekonomis yang dimiliki SEbY-G/L, maka produk ini sangat membantu petani - petani kecil yang pada umumnya memilih daya beli rendah, sehingga para petani tidak perlu membeli berbagai macam jenis pupuk, Karena dengan SEbY G/L saja mereka sudah mampu meningkatkan kapasitas produksi tanamannya. Karena itu, SEbY G/L disamping dapat dijadikan salah satu sumber devisa negara, juga merupakan sarana produktif dalam pembangunan Pertanian/Perkebunan/ Kehutanan. &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;F. Beberapa Manfaat SEbY GIL&lt;/b&gt; 1. Dalam waktu maksimum 14 (empat belas) hari, mampu menumbuhkan tunas tunas baru pada tanaman - tanaman yang disemprotkan. 2. Dapat membentuk lapisan lilin pada daun dan mampu juga membentuk zat - zat asli yang terkandung dalam tanaman. (dalam rasa, ukuran dan warna). 3. Mampu merontokkan jamur jamur yang melekat pada batang/ranting tanaman. 4. Mampu men suplai makanan yang diperlukan oleh tanaman, yaitu 90% melalui batang dan daun, sehingga menunjang tercapainya kebutuhan N-fosfo (foliage feeding), sedangkan 10% lainnya melalui akar. 5. Menggairahkan pertumbuhan jasad - jasad mikro organis dalam tanah, mempercepat proses pertumbuhan humus dan memperbaiki struktur tanah. 6. Memperkuat tumbuh dan perkembangan tanaman sehingga memperkuat daya tahannya terhadap serangan penyakit penyakit dan membantu pemulihan tanaman dari pengaruh penyakit penyakit tanaman. 7. Membentuk sistem akar yang besar dan menembus jauh ke dalam tanah. &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;b&gt;G. Aspek Aspek Positif Dalam Penggunaan&lt;/b&gt; 1. Dapat dipergunakan dalam setiap musim dan semua jenis tanaman pada tanah sesungguhnya. 2. Meningkatkan pertumbuhan / kehidupan mikro organis tanah dan humus serta memperbaiki struktur tanah. 3. Mempercepat pelarutan unsur unsur non organik. 4. Mengurangi sisa sisa racun ex pestisida dan herbisida. 5. Memberikan kestabilan keadaan tanah untuk keuntungan jangka panjang. 6. Memproduksi nutrisi untuk tanaman secara alamiah. 7. Membentuk system akar yang lebih banyak, kuat dan besar. 8. Menghasilkan buah yang rata rata besar ukurannya, gurih dan enak sehingga nilai sehingga nilai ekonomisnya meningkat.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-4342700309754961805?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/4342700309754961805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=4342700309754961805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4342700309754961805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4342700309754961805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/pupuk-organik.html' title='Pupuk Organik'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-5660267448438825512</id><published>2008-03-04T08:41:00.001+07:00</published><updated>2008-03-04T08:41:45.041+07:00</updated><title type='text'>Peternakan Ayam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;          Persiapan   Sebelum Anak Ayam Tiba   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Biasakan membeli anak ayam yang berkualitas sesuai kebutuhan. Untuk ayam petelur, belilah anak ayam betina yang telah diseleksi kelaminnya (sexed pullet). Untuk jenis rasnya pilihlah Leghorn atau Rhode Island Red atau ayam lainnya yang masuk dalam katagori sebagai ayam petelur yang baik. Untuk broiler atau ayam pedaging, agar lebih murah harganya, pilihlah anak ayam yang belum diseleksi kelaminnya (straight-run). Untuk jenis rasnya pilihlah Plymouth Rock atau ayam pedaging komersial lainnya. Apabila anak ayam dibeli dari perusahaan peternakan ayam, mintalah sekalian divaksinasi terhadap penyakit Marek. Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan segera setelah anak ayam dientaskan agar sepanjang hidupnya tercegah dari serangan penyakit Marek yang sangat mematikan. Barang bekas berupa kotak kayu yang besar dapat dibuat sebagai kandang anak ayam. Buatlah lubang disisinya untuk memasukkan kabel lampu. Lampu 60 Watt di dalam kandang akan memberikan panas yang cukup pada anak ayam dan biasanya mereka akan mencari sendiri posisi yang paling nyaman. Usahakan agar lampu tidak menyentuh kandang untuk menghindari kemungkinan terjadinya kebakaran. Sebagai alas atau talam (litter) dalam kandang dapat digunakan kulit gabah atau butiran strowbur (plastik busa) yang masih baru dengan ketebalan antara 10 sampai 15 cm. Kandang yang baik bagi anak ayam adalah apabila suhu di sisi luar sebelah bawah kandang berkisar antara 30 sampai 32ºC. Sebilah papan atau anyaman kawat setinggi kurang lebih 60 cm dari dasar kandang dipasang sebagai penghalang anak ayam dari sumber panas. Ventilasi kandang merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya suhu di dalam kandang. Beberapa ventilasi sebaiknya disediakan penutupnya. Pada musim dingin, semua ventilasi yang menghadap pada arah angin masuk terutama yang dekat lantai hendaknya ditutup. Sedangkan pada musim panas, bukalah ventilasi selebar-lebarnya agar udara segar masuk sebanyak-banyaknya. Penggunaan kipas harus dihindarkan karena dapat mnyebabkan ayam menjadi sakit. Disamping penyakit stres, ayam yang berada dalam tempat yang terlalu panas karena sistem ventilasi yang buruk, akan tidak mau makan atau minum secara normal. Akibatnya ayam akan cacat dan bagi ayam petelur tidak akan tumbuh dengan baik atau kerdil. Kandang harus aman dari gangguan kucing, tikus, serta binatang pemangsa lainnya. Periksa juga atapnya apakah tidak bocor apabila hujan turun. Sebelum anak ayam tiba, Anda harus yakin betul bahwa Anda telah siap menerimanya. Kandang dan semua peralatan telah dibersihkan dan disemprot anti hama. Pekerjaan tersebut sudah harus selesai beberapa hari menjelang anak ayam tiba sehingga kandang benar-benar telah kering pada saat anak ayam tiba.&lt;br /&gt;&lt;input name="postID" value="3951873440007059159" type="hidden"&gt; &lt;input name="blogID" value="3865006765640167220" type="hidden"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="errorbox-good"&gt;&lt;input name="securityToken" value="7wIEk0sd_NPu2XUxFD_WmZ8eKG8=:1204594794895" type="hidden"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-5660267448438825512?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/5660267448438825512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=5660267448438825512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/5660267448438825512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/5660267448438825512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/peternakan-ayam_9244.html' title='Peternakan Ayam'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-8607909475595399438</id><published>2008-03-04T08:23:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T08:28:39.614+07:00</updated><title type='text'>Peternakan Ayam</title><content type='html'>&lt;div class="deleteBody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA MEMELIHARA AYAM NEGERI&lt;/span&gt; &lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mulai Menempatkan Anak Ayam dengan Benar&lt;/span&gt;.  Segala sesuatunya sudah harus siap bila anak ayam Anda tiba - kandang kering, peralatan bersih, suhu kandang diatur tepat, tempat air dan makanan terisi, lantai ditutup bersih, alas (litter) kering, dan penghalang panas berjalan dengan baik. Anda sekarang siap menempatkan anak ayam untuk dibesarkan. Bila anak ayam tiba, secara lembut angkat mereka dari kotak pengirimannya dan letakkan pada kandang yang hangat. Jangan dijatuhkan atau ditaburkan begitu saja karena dapat melukainya dan akan tetap cacat. Anak ayam yang masih kecil harus mendapat banyak makanan dan air segera setelah diletakkan di kandang. Sediakan paling sedikit empat tempat berukuran satu quart ( ± satu liter) atau dua tempat berukuran satu galon (empat quart) air untuk tiap 100 anak ayam. Masukkan sekitar lima anak ayam ke tempat air agar mereka tahu dimana air berada. Tempatkan pakan pemula (starter feed) pada karton tempat telur atau kertas yang berukuran 12"x12" dan diletakkan disekitar tempat minum. Penempatan pakan yang bersifat sementara ini diperlukan agar mudah kelihatan oleh anak ayam dan memancingnya agar segera memakannya. Tempat pakan biasa yang berukuran kecil ditempatkan di dalam kandang pada hari ke dua untuk mengurangi penghamburan makanan. Karton telur atau kertas tempat makanan sementara bisa dikeluarkan bila anak ayam telah berusia 5 hari dan terlihat telah makan dari tempat makan yang disediakan. Penyakit dapat segera menyebar apabila pakan dan minuman untuk anak ayam telah terkontaminasi. Pakan dan air harus diperiksa setiap hari. Apabila kotor dan kemungkinan telah terkontaminasi, tempat pakan dan air harus segera dibersihkan. Pakan dan minumannya juga harus diganti dengan yang baru. Tempat pakan harus benar-benar kering sebelum diisi dan pakan tersebut harus senatiasa berada dalam keadaan kering. Penyebab utama dari penyakit adalah bersumber dari pakan dan air yang tidak bersih. Beberapa hari pertama dari kehidupan anak ayam adalah masa yang paling kritis sehingga harus hati-hati. Berilah perhatian tambahan dalam menyediakan kebutuhan dasar anak ayam agar kelak dapat memungut hasilnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-8607909475595399438?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/8607909475595399438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=8607909475595399438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/8607909475595399438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/8607909475595399438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/peternakan-ayam_04.html' title='Peternakan Ayam'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-7638853424485276379</id><published>2008-03-04T08:14:00.001+07:00</published><updated>2008-03-06T22:10:00.989+07:00</updated><title type='text'>Perusahaan Pengolahan Susu Sapi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PT.ISAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pangan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tubuh manusia membutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makanan sebagai sumber energi, membantu pertumbuhan dan perkembangan, menjaga kesehatan tubuh, sebagai alat pembantu pelindung tubuh, dan lain sebagainya. Berdasarkan kandungan zat-zat gizinya, makanan dapat dikelompokan kedalam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;enam jenis, yaitu sebagai sumber protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Diantara keenam zat gizi tersebut, protein merupakan zat gizi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memiliki fungsi cukup penting, diantaranya untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai bahan bakar dalam tubuh, zat pengatur berbagai proses dalam tubuh, mengatur keseimbangan asam-basa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tubuh, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Susu sapi merupakan bahan pangan yang kaya akan protein, selain itu kandungan zat-zat gizinya sempurna dan paling mudah dicerna oleh tubuh. Menurut Appandi dan Chairunnisa (1975), Susu merupakan suatu emulsi lemak dalam larutan gula, garam mineral, dan protein dalam bentuk koloid. Susu memiliki kandungan zat-zat gizi dengan perbandingan sempurna, sehingga sangat esensial bagi tubuh. Zat-zat esensial tersebut menurut Haryanto (1998) terdiri dari air (88%), Protein (3,3%), Laktosa (4,7%), Lemak (3,3%),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;abu (0,7%) dan sisanya adalah vitamin-vitamin. Keseluruhan zat-zat esensial tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat dengan mudah dicerna dan diabsorpsi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh tubuh (Muchidin,1993). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Konsumsi susu perkapita pertahun masyarakat indonesia pada tahun 1996 adalah 5,72 kg atau 0,50 gr perkapita/hari, sedangkan pada tahunm 1998 terjadi penurunan sebesar 5,10 kg atau 0,44 gr perkapita/hari. Pada tahun1996 produksi susu segar dalam negeri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekitar 386.000 ton dengan jumlah permintaan susu sebesar 1.125.400 ton, namun pada tahun 1998 terjadi penurunan produksi dengan penerimaan susu dalam negeri yaitu sekitar&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;341.700 ton, dengan jumlah permintaan susu sebesar 1.034.600 ton, karena itu dilakukan impor susu dari luar negeri guna manutupi permintaan konsumen tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(LIPI,2000).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari segi nutrisi, susu memang merupakan bahan makanan yang kaya akan zat gizi, keadan ini disisi lain justru dapat menjadi media yang sangat baik sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bakteri pathogen, sehingga susu menjadi mudah dan cepat sekali mengalami kerusakan. Jenis mikroba pathogen yang sering terdapat dalam susu diantaranya yaitu jenis &lt;i&gt;Coliform, Bacillus subtilis, Strepytococcus liquefaciens, Alkaligenes viscous&lt;/i&gt; dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 upaya yang sering digunakan untuk dapat mempertahankan daya keawetan susu, yaitu dengan metode pendinginan dan pemanasan. Cara pendinginan bertujuan untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroba, temperatur yang digunakan umumnya adalah 2-4&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C. Cara pemanasan dapat dilakukan dengan jalan &lt;i&gt;pasteurisasi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;sterilisasi,&lt;/i&gt; yang keduanya bertujuan sama, yaitu untuk membunuh semaksimal mungkin bakteri pathogen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Kedua cara ini dapat dilakukan secara mudah apabila jumlah susu tidak terlalu banyak, namun apabila dalam jumlah besar, proses pengolahan dan penanganan susu relatif lebih kompleks dan lebih sulit dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan suatu institusi yang mampu melakukan usah-usaha tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;PT Industri Susu Alam Murni (ISAM) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan susu sapi. Sumber bahan baku yang dipergunakan berasal dari para peternak rakyat yang ditampung melalui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KUD. Disamping itu, PT ISAM juga memilki kerja sama yang erat dengan perusahaan peternakan sapi perah &lt;i&gt;PT Tsukisima Indofood Agropratama (PT TIA)&lt;/i&gt; Sukabumi yang berfungsi sebagai suplier tetap bahan baku untuk pembuatan &lt;i&gt;produk olahan susu organik&lt;/i&gt;. Beberapa produk hasil produksi PT ISAM diantaranya adalah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;susu Pasteurisasi, susu Sterillisasi, dan Yoghurt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan keberadaan PT ISAM ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diharapkan dapat mampu menyediakan dan mendistribusikan produk-produk olahan susu keberbagai tempat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga akan menjadi salah satu institusi yang dapat mensejahterakan masyarakat baik dipihak peternak maupun masyarakat konsumen umumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-7638853424485276379?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/7638853424485276379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=7638853424485276379' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/7638853424485276379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/7638853424485276379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/perusahaan-pengolahan-susu-sapi.html' title='Perusahaan Pengolahan Susu Sapi'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-8937874917784637587</id><published>2008-03-04T08:09:00.002+07:00</published><updated>2008-03-08T00:03:10.780+07:00</updated><title type='text'>Pemanfaatan Limbah Bagi Kolam Perikanan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;Forum Diskusi &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada perusahaan Ohim Farm didirikan beberapa kolam perikanan sebagai pemanfaatan dari limbah, peternakan ayam ras. Dari limbah tersebut dimanfaatkan kotoran ternak sebagai pemupukan awal pada saat kolam akan diairi. Cara tersebut dilakukan untuk memancing jasad renik untuk tumbuh pada saat kolam diairi untuk pemeliharaan ikan kelak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemanfaatan limbah ternak ayam untuk pemeliharaan ikan pada kolam-kolam buatan di sekitar area peternakan dimaksudkan selain memanfaatkan limbah yang ada juga untuk menambah pemasukan keuangan perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cara pembuatan kolam&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk membuat kolam perikanan dilingkungan peternakan tidaklah terlalu sulit, hal ini mengingat karena lahan dan bahan organic hasil limbah yang tersedia cukup melimpah dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada tahapan pertama adalah penaburan kapur pada permukaan kolam sebelum diairi. Hal ini dimaksudkan untuk menambah unsure mineral pada kolam yang dapat bermanfaat bagi ikan-ikan kelak juga adanya kapur ini dapat mencegah tumbuh serta berkembangnya mikroorganisme yang kemungkinan akan mengancam pertumbuhan populasi ikan. Setelah itu pada permukaan dasar kolam dilakukan pemupukan berupa kotoran ternak. Maksud dari pemupukan adalah untuk menumbuhkan jasad renik seperti belatung, larva lalat, telur cacing dan lain sevbagainya yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan secara alami. Setelah ditaburi kapur serta kotoran ternak, maka kolam dapat di airi kurang lebih seperempat bagian agar jasad renik yang diharapkan dapat tumbuh subur. Baru kemudian setelah beberapa hari tumbuh berbagai jasaad renik serta cacing kolam dapat diairi penuh, namun untuk kolam ikan lele sebaiknya kolam/permukaan kolam dengan tanah sekitar berjarak setengah meter sampai 1 meter hal ini guna menghindari meloncatnya ikan ke darat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adapun ikan yang ditanam pada kolam kami adalah ikan lele, gurame dan nila&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dimana dipelihara pada kolam yang berbeda. Pemanenan dapat dilakukan 2 minggu sekali, karena ikan yang dipelihara merupakan budidaya pembesaran saja dan perusahaan kami tidak memelihara pendederan/benih ikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain kotoran limbah yang dihasilkan untuk kolam perikanan, juga pada gundukan kotoran ayam di gudang terkadang ditumbuhi kecoa tanah yang merupakan sumber potensial untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi ikan-ikan di kolam terutama lele dan gurame. Selain itu kecoa tanah tersebut sebagian dikemas dan di jual di pasaran sebagai bahan umpan bagi para pemancing yang hobi. Oleh karena itu pada beberapa kolam disediakan fasilitas untuk pemancingan umum mengingat potensi pemasukan keuangan bagi perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Forum Diskusi-Tanya Jawab&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan 1: Leliana Santika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Apakah kecoa tanah yang dikemas merupakan produksi utama? Dan bagaimana jika penyediaan kecoa tersebut terbatas dan tidak memenuhi harapan penjualan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawaban 1 : Nurdiansyah/kepala bagian perikanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Pemanfaatan kecoa tanah untuk pakan ikan hanyalah bersifat pemanfaatan sumber daya protein yang dapat diberikan pada ikan untuk meningkatkan kualitas serta mutu ikan yang dihasilkan mengingat kecoa tumbuh subur pada gudang kami yang berjumlah ukuran ton setiap bulannya sehingga jumlahnya melimpah. Setelah diberikan pada kolam ikan kami untuk pakan tanbahan bagi ikan, ternyata masih cukup berlebih sehingga kami mengemasnya dalam suatu wadah sebagai pakan ikan dan kami jual di pasaran karena ternyata permintaannya memang meningkat, terutama bagi para penghobi memancing. Jikapun stok kecoa tanah tersebut habis, maka kami tidak terlalu kerepotan dan untuk pakan ikan sebenarnya telah tersedia secara alami dari pemupukan awal dan lanjutan yang kami lakukan, terima kasih.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan 2 : Budi Permana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Bagaiman jika bangkai ayam yang diberikan pada ikan mengandung bakteri salmonella, apakah tidak merugikan kelak dengan banyaknya ikan yang mati?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawaban 2 : Nurdiansyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Tidak karena sebelum diberikan pada ikan kami telah melakukan sterilisasi terlebih dulu “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawaban 2 : Ade Ahmad Jaelani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Ayam yang kami berikan setelah dicacah kami bakar sehingga kami berikan berupa serbuk “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan 3 : Ujang Arif Abdillah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Bagaimana jika limbah hasil pencucian kandang yang masuk kolam ikan mengandung bahan beracun yang dapat membahayakan ikan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3 : Nurdiansyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Kami tidak menggunakan desinfektan guna membersihkan kandang, namun melakukan pengapuran ulang, selain itu pada kolam telah mengandung kapur guna mencegah terserangnya ikan dari mikroorganisme, jikapun ada desinfektan/ bahan beracun yang nyelonong masuk toh ikan tidak akan memakannya sehingga tidak terakumulatif dalam tubuh ikan “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan 4 : Lisa Rahayu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Pada pembuatan pupuk organic starter apa yang digunakan dan kenapa tidak pakai gula sebagai nutrisi bagi bakteri starter”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawaban 4 : Ade Ahmad Jaelani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“ Kami menggunakan EM4 yang bekerja secara aerobik, adapun nmutrisi bagi bakteri telah ada pada kotoran ternak, dedak serta sekam.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lab.THT Universitas Padjadjaran 16/11/2002&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-8937874917784637587?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/8937874917784637587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=8937874917784637587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/8937874917784637587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/8937874917784637587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/pemanfaatan-limbah-bagi-kolam-perikanan.html' title='Pemanfaatan Limbah Bagi Kolam Perikanan'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-7803684642962681763</id><published>2008-03-04T02:25:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T02:26:44.540+07:00</updated><title type='text'>Limbah Peternakan Sapi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pupuk Organik/Kompos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Pada era globalisasi, masalah lingkungan, terutama mengenai penanganan limbah merupakan salah satu aspek penting yang banyak mendapat perhatian masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Limbah adalah suatu bahan sisa dari suatu proses produksi atau aktivitas manusia yang sudah tidak dimanfaatkan lagi. Pada industri pertanian, terutama subsektor &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peternakan, limbah menjadi salah satu hal penting yang harus dipikirkan penanggulangannya, karena dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak dikehendaki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Seiring dengan semakin meningkatnya tingkat kebutuhan manusia, terutama mengenai tuntutan pemenuhan kebutuhan protein hewani maka usaha peternakan dirasakan semakin meningkat. Salah satu bidang usaha peternakan yang sedang berkembang di Indonesia saat ini adalah usaha penggemukan sapi, walaupun kebutuhan sapi bakalannya masih diimpor dari luar negeri.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Meningkatnya usaha penggemukan sapi akan meningkatkan pula limbah peternakan yang dihasilkan. Limbah dari usaha penggemukan sapi ini sangat potensial sebagai sumber daya dan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti pencemaran air berupa terakumulasinya sulfit dalam air, pencemaran tanah yang menyebabkan pH tanah terlalu asam dan pencemaran udara berupa bau tidak sedap yang disebabkan oleh amoniak (NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;) dan dihidrogen sulfida (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S) yang terdapat pada limbah hewan, terutama feses. Bau yang tidak enak ini selain mengganggu kenyamanan udara bagi masyarakat setempat, juga akan merangsang lalat dan nyamuk untuk datang dan berkembang biak di tempat timbunan limbah tersebut, yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti disentri dan diare pada ternak itu sendiri, juga pada manusia yang berada disekitar usaha tersebut berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Limbah yang dihasilkan dari usaha penggemukan sapi terdiri dari limbah sisa pakan, urine sapi dan feses sapi atau secara umum terbagi menjadi dua yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat dari usaha penggemukan sapi potong terutama feses sapi merupakan limbah terbesar yang dihasilkan dari usaha tersebut. Feses yang dihasilkan dari seekor sapi potong dewasa rata-rata sebanyak 6 % dari bobot tubuhnya, jadi jika suatu usaha penggemukan sapi potong mempunyai kapasitas kandang untuk 1000 ekor sapi potong dengan bobot tubuh sapi rata-rata 350 Kg, maka dalam sehari akan diperoleh feses sebanyak 21 ton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Limbah peternakan sebagian besar berupa bahan organik. Hal ini menunjukkan bahwa apabila dikelola dengan cara yang benar dan tepat peruntukkannya, limbah peternakan masih memiliki nilai sebagai sumberdaya yang potensial bermanfaat. Sejak dahulu limbah peternakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah digunakan oleh petani sebagai bahan sumber pupuk organik, namun karena pengaruh intensifikasi pertanian, pemanfaatan tersebut kian berkurang. Selain itu juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi pengolahan limbah peternakan yang masih belum mampu memenuhi tuntutan kebutuhan petani pada masa itu. Pengolahan limbah sebagai pupuk masih dilakukan secara konvensional, yaitu dibiarkan menumpuk dan mengalami proses degradasi secara alami. Teknologi yang tepat dan benar belum dikembangkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Teknik pengomposan merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih untuk menanggulangi limbah feses sapi potong. Dengan cara ini, biaya operasional relatif lebih murah dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Selain itu dengan pengomposan juga dapat memperkaya unsur hara pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan limbah peternakan tersebut, namun demikian data mengenai pengomposan yang tepat untuk menangani limbah peternakan, khususnya limbah sapi potong belum diperoleh informasi yang lengkap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Teknik pengomposan merupakan salah satu cara pengolahan limbah yang memanfaatkan proses biokonversi atau transformasi mikrobial. Biokonversi itu sendiri adalah proses-proses yang dilakukan oleh mikroorganisme untuk merubah suatu senyawa atau bahan menjadi produk yang mempunyai struktur kimiawi yang berhubungan. Proses biokonversi limbah dengan cara pengomposan menghasilkan pupuk organik yang merupakan hasil degradasi bahan organik. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah bahan organik limbah sudah terdegradasi dengan baik adalah perubahan bahan organik limbah menjadi unsur hara, terutama unsur hara makro, seperti N total, P&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt; dan K&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Proses pengomposan secara alamiah terjadi sangat lama, umumnya membutuhkan waktu hingga 6 bulan. Waktu pengomposan yang relatif lama menyebabkan proses pengomposan menjadi kurang efektif dalam penanganan limbah usaha penggemukan sapi, karena limbah yang dihasilkan terus terakumulasi setiap hari. Teknik pengomposan dapat dikembangkan dengan cara menambahkan inokulan tertentu kedalam limbah peternakan, sehingga prosesnya terjadi lebih cepat. Cara lain adalah dengan memanfaatkan limbah tersebut untuk kehidupan organisma tertentu secara langsung, sebagai media hidup ataupun sebagai sumber kebutuhan pakannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-7803684642962681763?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/7803684642962681763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=7803684642962681763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/7803684642962681763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/7803684642962681763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/limbah-peternakan-sapi_2614.html' title='Limbah Peternakan Sapi'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-6252217067631105766</id><published>2008-03-04T02:21:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T02:24:58.246+07:00</updated><title type='text'>Limbah Peternakan Sapi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kascing dari Kotoran Ternak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 200%;"&gt;Perkembangan usaha peternakan dirasakan semakin mengalami peningkatan. Salah satu wujudnya adalah meningkatnya usaha penggemukan sapi potong baik dalam skala besar maupun skala usaha keluarga. Berkembangnya usaha ini menimbulkan dampak positif yang penting diantaranya adalah meningkatnya taraf ekonomi masyarakat dan terciptanya lapangan kerja baru. Namun demikian, usaha ini juga sangat potensial menimbulkan dampak negatif yang bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan, baik terhadap air, udara maupun tanah, terutama apabila limbah peternakan yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik dan benar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selama ini dampak negatif dari limbah peternakan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat adalah timbulnya bau tidak sedap dari kotoran ternak. Akibatnya tidak jarang anggota masyarakat memprotes keberadaan usaha peternakan yang berada disekitar wilayahnya. Hal ini terjadi karena limbah peternakan sebagian besar terdiri atas bahan organik yang mudah terdegradasi oleh mikroorganisme sehingga proses pembusukan akan berlangsung cepat dan dapat menyebabkan bau tidak sedap.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Salah satu alternatif dalam mengatasi timbulnya pencemaran yang disebabkan oleh limbah peternakan adalah memanfaatkan limbah tersebut secara terus menerus sebagai sumber daya untuk tujuan produktif, misalnya dimanfaatkan sebagai bahan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembuatan bahan bakar biogas melalui proses biokonversi. Biokonversi merupakan proses perubahan suatu bahan dari suatu bentuk menjadi bentuk lain dengan melibatkan peran makhluk hidup didalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 200%;"&gt;Biogas adalah gas yang diperoleh dari bahan organik yang telah mengalami proses perombakan secara fermentasi anaerob oleh bakteri pembentuk gas metan, misalnya &lt;i style=""&gt;Methanobacillus omelianskii&lt;/i&gt;. Biogas dapat dijadikan sebagai sumber energi karena gas ini mengandung sekitar 60 -70% gas metan yang mudah sekali terbakar sedangkan sisanya merupakan campuran yang diantaranya terdiri atas gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, CO dan H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S. Bahan yang digunakan untuk pembuatan biogas salah satunya adalah kotoran ternak. Kotoran ternak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang dijadikan sebagai bahan untuk proses biogas, selain menghasilkan gas juga menghasilkan limbah yang disebut dengan “sludge”. Sludge adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;suatu fraksi padat dalam cairan yang bentuk visualnya seperti lumpur dan mengandung banyak sekali bentuk-bentuk kehidupan seperti bakteri, alga dan protozoa&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selama ini “sludge” yang dihasilkan dari proses pembuatan biogas tidak diolah menjadi bentuk lain, melainkan langsung digunakan sebagai pupuk tanaman atau dibiarkan begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selain dapat langsung digunakan sebagai pupuk tanaman, melalui proses biokonversi “sludge biogas” juga dapat diubah menjadi bentuk lain yang memiliki manfaat yang lebih tinggi. Biokonversi “sludge” dengan menggunakan cacing tanah sebagai perombaknya dapat menghasilkan manfaat yang lebih tinggi, yaitu dihasilkan “kascing” yang kualitasnya lebih baik daripada bahan asal, karena mengandung unsur hara yang lebih lengkap dan mudah diserap tanaman. Selain itu dihasilkan  pula cacing tanah yang dapat digunakan sebagai sumber protein hewani pakan ternak. Sistem ini sangat mudah diterapkan karena beberapa jenis cacing tanah sudah diketahui cara pengembangbiakannya dan mudah diperoleh di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region style="font-family: arial;" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;, misalnya &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;Lumbricus rubellus&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;Eisenia foetida&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;Perionix excavatus&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;Pheretima asiatica&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;Eisenia andrei&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keberhasilan proses biokonversi “sludge biogas” menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biomassa “kascing” dan biomassa cacing tanah salah satunya sangat dipengaruhi oleh padat tebar cacing tanah dalam media, pada kepadatan yang terlalu rendah, perkembangan cacing tanah sangat ideal, akan tetapi proses biokonversinya lambat, sebaliknya, pada kepadatan yang terlalu tinggi, pada awalnya proses biokonversi terjadi sangat cepat akan tetapi perkembangan cacing tanah menjadi tidak optimum. Walaupun demikian informasi tentang biomassa cacing tanah dan biomassa “kascing” yang dihasilkan dari proses biokonversi “sludge biogas” belum banyak didapatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-6252217067631105766?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/6252217067631105766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=6252217067631105766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/6252217067631105766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/6252217067631105766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/limbah-peternakan-sapi_03.html' title='Limbah Peternakan Sapi'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-9043106729067065686</id><published>2008-03-04T02:18:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T02:20:55.604+07:00</updated><title type='text'>Limbah Peternakan Sapi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan Limbah Peternakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Semula, limbah belum merupakan masalah yang serius karena lingkungan masih dalam batas kemampuannya untuk mengabsorpsi dan menetralisir limbah tersebut, sehingga tidak menimbulkan efek pencemaran yang berarti. Namun, akibat jumlah limbah yang dihasilkan melebihi batas kemampuan lingkungan, maka timbulah berbagai masalah pencemaran, baik terhadap lingkungan biologis, kimia maupun lingkungan fisik. Misal, terjadinya wabah penyakit menular, menurunnya kualitas air tanah dan tercemarnya udara. Peternakan merupakan salah satu subsektor pertanian yang dianggap sangat dominan menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Indikasi ini menjadi makin jelas seiring dengan perkembangan usaha peternakan yang semakin pesat. Hal ini dapat dimengerti, karena limbah peternakan sebagian besar atau hampir seluruhnya berupa bahan organik yang mudah terurai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah bagaimana cara mengatasi agar sifat limbah tersebut tidak mencemari lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pada prinsipnya, bahan organik yang terkandung di dalam limbah peternakan adalah merupakan sumberdaya potensial bagi kehidupan berbagai organisme yang membutuhkan. Pemanfaatan limbah peternakan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisma dapat menghasilkan nilai manfaat yang lebih tinggi daripada bahan asal, limbah peternakan yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisma melalui proses fermentasi anaerob dapat dihasilkan bahan bakar berupa “biogas” dan pupuk organik berupa lumpur. Sebagai pupuk, limpur yang dihasilkan dari proses ini mengandung kualitas lebih baik dibandingkan dengan bila limbah peternakan langsung dijadikan kompos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Feses sapi potong merupakan sebagian dari limbah peternakan yang jumlahnya paling besar. Nisbah C/N feses sapi potong sangat ditentukan oleh beberapa faktor : jenis sapi, umur, sistem pemeliharaan dan pakan yang diberikan serta pengaruh keadaan lingkungan setempat. Untuk mendapatkan nisbah C/N yang optimum bagi proses pembentukan “biogas”, maka feses sapi potong yang mempunyai kadar N tinggi ini harus ditambah dengan bahan lain yang mempunyai kadar C tinggi. Limbah pertanian seperti serbuk gergaji merupakan bahan organik yang mempunyai kadar C tinggi, selain ketersediaannya banyak, mudah didapat juga untuk mengurangi pencemaran limbah serbuk gergaji yang belum banyak dimanfaatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pada proses pembuatan “biogas” nisbah C/N sangat mempengaruhi produksi gas dan lumpur yang dihasilkan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa lumpur yang dihasilkanpun akan mengandung N, P dan K&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berbeda pula. Namun demikian, pada nisbah C/N berapa kadar N, P dan K paling tinggi, belum diperoleh data&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-9043106729067065686?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/9043106729067065686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=9043106729067065686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/9043106729067065686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/9043106729067065686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/limbah-peternakan-sapi.html' title='Limbah Peternakan Sapi'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-4069075119285273899</id><published>2008-03-04T02:11:00.001+07:00</published><updated>2008-03-04T02:17:34.937+07:00</updated><title type='text'>Limbah Industri Pangan, Berbahayakah?</title><content type='html'>&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;idak, Jika Dikelola dengan Baik&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Limbah industri pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam mineral dan sisa-sisa bahan kimia yang dibunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Sebagai contohnya, limbah dari industri susu, pembekuan dan pengeringan makanan, industri pengolahan daging, unggas, dan hasil laut dapat menimbulkan bau yang tidak diinginkan  dan plusi berat pada perairan bila pembuanganya tidak diberi perlakuan yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada umumnya , limbah industri pangan tidak membahayakan kesehatan masyarakat, karena tidak terlibat langsung dalam perpindhan penyakit. Akan tetapi kandungan bahan organiknya yang tinggi dapat bertindak sebagai sumber makanan untuk pertumbuhan mikroba. Dengan pasokan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makanan yang berlimpah, mikroorganisme akan berkembang biak dengan cepat dan mereduksi oksigen terlarut yang terdapat dalam air. Secara normal, air mengandung kira-kira 8 ppm oksigen terlarut. Standar minimum oksigen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlarut untuk kehidupan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ikan adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;5 ppm dan dibawah standar ini akan menyebabkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian ikan dan biota perairan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kandungan bahan organic dari suatu limbah biasanya dinyatakan dengan parameter BOD atau “Biological Oxygen Demand”. BOD dapat didefinisikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai jumlah oksigen terlarut yang dikonsumsi atau digunakan oleh kegiatan kimia atau mikrobiologik, bila suatu contoh air diinkubasi dalam keadaan gelap ( biasanya 5 hari) pada suatu tertentu (20&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; C). Oleh karena oksigen dibutuhkan untuk oksidasi bahan organic, maka BOD menunjukkan indikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kasar banyaknya kandungan bahan organic dalam contoh tersebut. Effluen ( air buangan) dengan BOD tinggi dapt menimbulkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah polusi bila dibuang langsung ke dlam suatu perairan atau badan air, karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akibat pengambilan oksigen ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segera menggangu seluruh keseimbangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya. Kelebihan nitrogen dan fosfor dalam air yang berasal dari industri pangan menyebabkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian ikan dan biota perairan lainnya. Kelebihan nitrogen dan fosfor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam air yang berasal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari industri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pangan menyebakan suatu keadaan yang tidak seimbang yang disebut eutrofikasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Eutrofikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu fenomena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang melibatkan banyak faktor seperti kekeruhan , sedimen, produktivitas dan suhu rata-rata. Ganggang menyebabkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;eutrofikasi karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menambah bahan organic pada sistem. Bila terdapat nutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan ganggang, maka akan terjadi ledakan populasi ganggang. Selama ledakan , antara siang dan malam hari terjadi perbedaan yang besar dalam kadr oksigen air. Pada malam hari respirasi ganggang berlanjut, dan terjadi pemecahan oksigen. Ganggang yang mati akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke bagian dasar danau dan dioksidasi oleh bakteri, menghasilkan Lumpur dan pemecahan oksigen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bila oksigen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlarut dalam air habis sama sekali karena kadar bahan organik yang tinggi, maka akan timbul bau busuk dan warna air menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gelap. Bila protein yang terdapat dalam air mengandung sulfur atau kandungan sulfat alamiah dari air tinggi,maka akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dihasilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hydrogen sulfida yang menimbulkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bau yang tidak diinginkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menghitamnya bangunan yang dicat di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai usaha menghindarkan terjadinya polusi air ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka dibutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;standar untuk buangan industri yang akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bervariasi tergantung pada dimana effluen akan dibuang, tingkat pengenceran dalam aliran penerima dan apakah fasilitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kota tersedia untuk tersedia untuk penampungan dan penangananya. Paling sedikit diperlukan penyaringan bahan-bahan padat dan penghilangan lemak serta gemuk, sebelum limbah dibuang ke dalam saluran pembuangan. Apabila tidak tersedia fasilitas kota, maka industri pangan harus menyediakan sendiri sistem penanganan, pemberian perlakuan dan pembuangan limbah industrinya. Sistem seperti ini membutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perlakuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cara-cara kimia atau biologik terhadap limbah pabrik, dan hal ini umumnya membutuhkan biaya yang mahal. Guna menekan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biaya tinggi ini, dapat dilakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemisahan kembali produk-produk yang berguna dari limbah tersebut, yang dapt dijual sebagai produk sampingan. Satu hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penting ialah limbah apapun juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus dibuang sesegera mungkin sehingga hama-hama tidak sempat bersarang dan bau-bau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak diinginkan tidak sempat terbentuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengetahuan akan sifat-sifat limbah industri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pangan sangat penting untuk mengembangkan suatu sistem pengelolaan limbah yang layak. Metode penanganan dan pembuangan limbah yang telah berhasil dilakukan untuk limbah industri lain belum tetntu berhasil dilakukan untuk limbah industri lain belum tentu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhasil diterapkan pada limbah pertanian, kecuali bila dimodifikasi terlebih dahulu. Limbah yang dproduksi oleh industri pertanian bervariasi dalam kuantitas dan kualitasnya. Limbah dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;industri pangan merupakan limbah yang berbeban rendah, volume cairan tinggi, sedangkan yang berasal dari peternakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cenderung berbedan tinggi tetapi volume rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengetahuan mengenai sifat-sifat limbah akan sangat membantu dalam penetapan metode penanganan dan atau pembuangan limbah yang efektif. Penanganan biologik misalnya cocok dilakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada limbah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cair yang mengandung bahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padatan organic terlarut. Limbah padat dengan kadar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;organic tinggi cocok untuk pembakaran atau pemupukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada umumnya, dalam air limbah pengolahan pangan, bahan kimia yang membutuhkan oksigen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bentuk terlarut, sedangkan dalam limbah peternakan sebagian besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdapat dalam bentuk partikulat. Informasi mengenai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;debit dan mutu limbah yang dikeluarkan diperlukan untuk merancang fasilitas yang diperlukan untuk mengelola pengeluaran yang konstan atau sewaktu-waktu, yang disebabkan karena sifat musiman dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengolahan buah dan sayuran, serta sifat limbah peternakan. Idenfikasi sumber-sumber limbah di dalam pabrik pengolahan memberikan informasi untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemisahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air limbah di dalam pabrik, utnuk penggunaan kembali air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sedikit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkontaminasi, dan utnuk pengaturan konsisi proses yang menghasilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;limbah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam jumalah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar atau pekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampel limbah cair&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semua air limbah perlu dikarakterisasi terlebih dahulu sebelum rancangan proses dimulai. Sifat air limbah yang perlu diketahui adalah volume aliran, konsentrasi organic, sifat-sifat karakteristik dan toksisitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Laju aliran dan keragaman laju aliran merupakan factor penting dalam rancangan proses. Sejumlah unit dalam kebanyakan system penanganan harus dirancang berdasarkan proses. Sejumlah unit dalam kebanyakan system penanganan harus dirancang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdasarkan puncak laju aliran. Hal ini membutuhkan studi laju aliran dan memberikan pertimbangan untuk meminimumkan keragaman laju aliran bila mana mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Kebutuhan oksigen biokimia (Biochemical Oxygen Demand = BOD)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Uji BOD adalah salah satu metode analisis yang paling banyak digunakan dalam penanganan limbah dan pengendalian polusi. Uji ini mencoba menentukan kekuatan polusi dari suatu limbah dalam pengertian kebutuhan mikroba akan oksigen. Dan merupakan ukuran tak langsung dari bahan organic dalam limbah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Uji BOD distandarisasi pada periode 5 hari, suhu 20&lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;C. Sampel disimpan dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;botol yang kedap udara. Stabilisasi yang sempurna dapat membutuhkan waktu lebih dari 100 hari pada suhu 20&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C. Periode inkubasi yang lama ini tidak praktis untuk penentuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rutin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu prosedur yang disarankan oleh AOAC (Association of Official Analytical Chemists) adalah periode inkubasi 5 hari dan disebut BOD&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;. Nilai ini hanya merupakan indeks jumlah bahan organic yang dapat dipecah secara biologik bukan ukuran sebenarnya dari limbah organic.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Air buangan domestik yang tidak mengandung limbah industri mempunyai BOD kira-kira 200 ppm. Limbah pengolahan pangan umumnya lebih tinggi dan seringkali lebih dari 1000 ppm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Walaupun BOD&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt; merupakan pengukuran umum untuk polusi air, uji BOD memakan waktu dan reprodusibilitasnya rendah. Uji-uji seperti kebutuhan oksigen secara kimia (COD) dan karbon organic total (TOC) lebih cepat, lebih andal, dan lebih reprodusibel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kebutuhan oksigen secara kimia (Chemical Oxygen Demand=COD)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Uji COD adalah suatu pembakaran kimia secara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;basah dari bahan organic dalam sampel. Larutan asam dikromat (K&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;Cr&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;7&lt;/sub&gt;) digunakan untuk mengoksidasi bahan organic pada suhu tinggi. Berbagai prosedur COD yang menggunakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu reaksi dari 5 menit sampai 2 jam dapat digunakan. Metode ini dapat dilakukan lebih cepat dari uji BOD. Oleh karena uji COD merupakan analisis kimia, uji ini juga mengukur senyawa-senyawa organic yang tidak dapat dipecah seperti pelarut pembersih dan bahan yang dapat dipecah secara biologik seperti yang diukur dalam uji BOD. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penggunaan dua katalis perak sulfat dan merkuri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sulfat diperlukan masing-masing untuk mengatasi gangguan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;klorida dan untuk menjamin oksidasi senyawa-senyawa organic kuat menjadi teroksidasi. Limbah hewan dan limbah pengolahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pangan seperti pengolahan saurkraut, pikel dan zaitun dapat mengandung konsentrasi klorida yang tinggi dan akan membutuhkan merkuri sulfat dalam analisis COD atau factor koreksi klorida.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senyawa-senyawa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;benzena dan ammonia tidak diukur oleh uji ini. Prosedur COD tidak mengoksidasi ammonia walaupun mengoksidasi nitrit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Karbon organic total (Total Organik Carbon)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karbon organic total (TOC) mengukur semua bahan yang bersifat organic. TOC diukur dengan konversi karbon organic dalam air limbah secara oksidasi katalitik pada suhu 900&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; C menjadi karbon dioksida. Metode pengukuran polusi ini cepat (5-10 menit) dan dapat diulang, memberikan perkiraan kadar karbon organic dari air limbah secara cepat. Nilai TOC sangat berkorelasi dengan uji-uji BOD&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt; standar dan COD, bila limbah relatif seragam. Uji BOD dan COD menggunakan pendekatan oksigen, TOC menggunakan pendekatan karbon. Senyawa-senyawa yang dianalisis dalam uji TOC, seperti selulosa, hanya memecah secara lambat dalam lingkungan alamiah. Nilai TOC akan berubah bila limbah diberi penanganan dengan berbagai metode.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kebutuhan oksigen total (Total Oxygen Demand = TOD)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebutuhan oksigen total (TOD) dari suatu bahan didefinisikan sebagai jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pembakaran semua bahan pada suhu 900&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; C menggunakan katalis Platinum. Proses mengoksidasi semua bahan organic dan bahan anorganik yang tidak teroksidasi sempurna. Kebutuhan oksigen dari karbon, hydrogen, nitrogen, dan sulfur dalam suatu contoh air limbah diukur dengan metode ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Residu dalam limbah cair&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Padatan terendap&lt;/i&gt;. Ini adalah padatan dalam limbah cair yang mengendap pada dasar dalamlimbah cair yang mengendap pada dasar dalam waktu 1 jam. Padatan ini biasanya diukur dalam kerucut Imhoff berskala dan dilaporkan sebagai ml padatan terendap per liter. Padatan terendap merupakan indicator jumlah padatan limbah yang akan mengendap dalam alat penjernih dan kolam pengendapan.Teknik penetapan endapan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah dilakukan dan berguna bila akan merancang system penanganan. &lt;i&gt;Padatan tersuspensi total. &lt;/i&gt;Pengukuran ini yang kadang-kadang disebut residu yang tidak dapat disaring, ditetapkan dengan cara menyaring sejumlah volume air limbah melalui filter membran. (&lt;i&gt;tikar gelas fiber&lt;/i&gt;) dalam cawan gouch. Berat kering dari padatan tersuspensi total diperoleh setelah satu jam pada suhu 103-105&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Padatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlarut total.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padatan terlarut total ditetapkan dalam berat contoh yang telah disaring dan dievaporasi atau sebagai perbedaan antara berat residu setelah evaporasi dan berat padatan tersuspensi total. Oleh karena larutan ini sulit dihilangkan dari air limbah, maka pengetahuan mengenai padatan terlarut total adalah penting bila menangani air limbah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Lemak, minyak dan gemuk. &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Berbahaya untuk biota dan tidak diinginkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena sifat-sifatnya yang tidak estetik. Ikatan antara udara dan air dikurangi oleh lapisan tipis yang dibentuk oleh lemak tersebut, yang berbahaya untuk biota laut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Kekeruhan&lt;/i&gt;. Walaupun bukan polutan, sifat ini disebabkan oleh adanya bahan tersuspensi. Kekeruhan merupakan sifat optik dari contoh yang menyebabkan sinar tersebar dan diserap.Sifat ini diukur dengan turbidimeter lilin dan bukan indikasi bahan tersuspensi yang tepat yang biasanya ditetapkan secara gravimetric karena metode yang terakhir berdasarkan berat partikel, sedangkan kekeruhann berdasarkan sifat optik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Nitrogen&lt;/i&gt;. Dalam bahan limbah, nitrogen daapat berada dalam bentuk amoniak tereduksi sampai senyawa nitrat teroksidasi. Konsentrasi tinggi dari berbagai bentuk nitrogen beracun terhadap flora dan fauna tertentu. Polutan ini dapat diukur dengan metode nitrogen kjeldahl total.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Fosfor.&lt;/i&gt; Fosfor terdapat dalam air limbah sebagai fosfat dalam bentuk ortofosfat dan polifosfat walaupun sejumlah kecil fosfat terlarut dalam air, bila jumlahnya meningkat akan berbahaya terhadap lingkungan air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Sulfur.&lt;/i&gt;Penggunaan sulfur dioksida dalam pra penanganan buah-buahan atau natrium bisulfida dalam pengolahan dapat menyebabkan kadar sulfur dari air limbah menjadi cukup tinggi untuk menyebabkan polusi. Keberadaan polutan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terutama berbentuk sulfit dan ion sulfat atau presipitasi. Sulfit juga membutuhkan lebih banyak oksigen jika terdapat dalam air. Ion sulfit bereaksi dengan berbagai multivalent ion logam untuk membentuk presipitat tak larut yang dapat dikeluarkan dan diubah menjadi sludge. Penentuan sulfat dan sulfit mungkin dilakukan oleh teknisi terlatih dan peralatan yang minim. Sulfit menyebabkan bau dan rasa yang tidak diinginkan pada minuman. Karena itu, hal ini penting untuk diuji jika air limbah disalurkan pada aliran yang menyuplai air monum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengolahan Limbah Padat &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembuangan limbah padat merupakan suatu tantangan untuk industri makanan. Dalam industri makanan seperti industri pengalengan, lebih dari 65% material kasar yang diterima harus dibuang sebagai limbah padat. Cara umum untuk pembuangan limbah padat ini adalah pengangkutan ke tempat pembuangan sampah akhir kota. Jika tempat pembuangan akhir tidak dekat dan sampah dibuang disekitar pabrik, maka akan terjadi masalah bau busuk serta timbulnya serangga. Beberapa pabrik prosesing manangani limbah padat dengan composing dan hasil kompos dapat diterapkan pada tanah sebagai fertilizer. Analisa terhadap menyatakan bahwa terkandung 1,25\% nitrogen, 0,4% fosfat dan 0,3% potassium. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa tempat penanganan sampah kota menerapkan teknik ini untukm kepentingan pertanian. Jika composing digunakan, komponen organic dalam material sampah di stabilkan dengan aktivitas microbial. Humus yang dihasilkan dari stabilisasi material sampah, meningkatkan kesuburan dan unsure hara yang terkandung. Proses dasar composting terdiri dari 4 tahap :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Material limbah padat harus dihancurkan untuk      memindahkan proses perombakan oleh mikroba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampah yang sudah dihancurkan ditumpuk kira-kira      tinggi 2 meter dan lebar 3 meter&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian aerasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah aerasi, kompos diaduk-aduk kembali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penambahan inokulum akan mengakselerasi proses composting. Kompos dapat diproduksi melalui aktivitas mikroorganisme thermofilik yang terdapat dalam sampah selama 10-20 hari tergantung dari temperatur dan komposisi sampah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan dijadikan kompos, berbagai sampah produk makanan dapat dikeringkan dan digunakan sebagai pakan ternak. Contohnya adalah pengepres cairan pada proses pengolahan limbah tomat. Residu dari pembuatan alcohol dapat dikeringkan dan diberikan kepada ternak sebagai pakan. Limbah jeruk yang mengandung endapan dari perlakuan, dapat juga dikeringkan dan digunakan untuk pakan ter\nak karena mengandung vitamin B dan protein. Whey yang diproses dan by produk dari hewan juga merupakan bahan yang baik untuk pakan hewan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Penanganan Limbah Cair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika pangan ditangani, diproses ,dipak dan disimpan limbah cair terus dihasilkan. Jumlah polusi akan semakin besar dan konstitusi alami pada proses pengolahan limbah cair berkonskwensi pada biaya dan lingkungan sekitar pengolahan dan pendauran. Secara ekonomi pengolahan berpengaruh pada jumlah kehilangan produk dalam operasi pengolahan dan pada biaya pengolahan dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;material limbah ini. Karaktristik yang signifikan harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempertimbangkan biaya untuk pengolahan limbah cair yang relatif besar dari limbah cair dan volume pendauraan harian. Limbah cair dapat diolah melalui pendauran. Tingkat konserfasi dan nilai olah limbah cair didasarkan pada factor-faktor seperti fasilitas pengolahan limbah cair untuk pendauran material, biaya operasai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengolahan,nilai pasar, pendauran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;material, peraturan pemerintah yang berdasarkan pada kualitas, biaya pengolahan tambahan dan antisipasi volume pendauran dimasa yang akan datang, ekonomi pendauran limbah padat, konsentrasi, darah, dan konsentrasi yang mempertimbangkan berapa banyak polusi padat yang dikeluarkan oleh masyarakat. Rencana pengawasan limbah cair harus dapat diubah dan bergantung pada organic padat yang menggunakan metode “kering” tanpa pendahuluan padatan tersebut dan menggunakan air dengan jumlah minimal pada proses&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembersihan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senyawa pembersih dan zat pembersih sangat dibutuhkan pada fasilitas pengolahan limbah. Sifat beracun pada material ini menjadi hilang akibat aktifitas zat pembersih yang menghancurkan mikroorganisme. Persyaratan dari food and drugs administration (FDA) seperti halnya bahan tambahan makanan tak langsung, akibat senyawa organic ini dilarutkan dalam air menyebabkan sifat racun menjadi berkurang pada tingkat yang aman. Beberapa bahan yang digunakan dalam senyawa pembersih dan pelumas umumnya direkomendasikan aman seperti halnya food aditif (Bakka, 1992 ). Hal ini menunjukkan bahwa pertimbangan utama pada pengolahan limbah cair adalah pengaruh fliktuasi pH adalah kemungkinan adanya logam berat walaupun pengaruh ini dapat ditangani dan limbah dapat diminimalkan melalui pengoptimalan konsentrasi dengan menggunakan senyawa dan zat pembersih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senyawa dan zat pembersih dapat meningkatkan BOD atao COD karena mereka menggunakan surfaktan, chelator, dan polimer pada penambahan asam organic dan alkali, pelumas tergantung pada penggunaan yang sama bahwa akan terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peningkatan BOD dan COD. Bagaimanapun juga jumlah senyawa ini kurang lebih 10% dari kontribusi COD/BOD pada prossesing bahan pangan. Volume air diasosiasikan dengan sanitasi dari proses bahan pangan dapat berjumlah lebih dari 30 % total air yang ditambahkan. Hal ini akibat rendahnya nilai konstribusi BOD/COD, menyebabkan pH limbah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi focus utama. Kondisi eutropik dapat membangun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan penambahan biodegradable senyawa pengkonsumsi oksigen jika pengolahan limbah cukup uap atau embun. Jika kondisi ini berlangsung secara terus menerus kondisi badan air akan rusak. Secara frekuensi hal ini lebih ekonomis untuk diinfestasikan pada teknik pengolahan limbah dan penggunaan prodak limbah dibandingkan dengan fasilitas pengolahan limbah. Pengolahan bahan pangan pada saat ini masih menghasilkan polusi. Pengolahan limba cair masih membtuhkan perkembangan teknologi dan diantaranya bekerjasama dengan EPA, suplayer, dan pemeroses&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengolahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelum mengalami proses pengolahan perlu kiranya dilakukan pembersihan-pembersihan agar mempercepat dan memperlancar system proses pengolahan selanjutnya. EPA menyatakan bahwa umumnya limbah prosesing tanaman dapat dicerna dan didaur ulang. Pembuangan limbah tumbuhan pada tempat tertentu sangat dilarang terutama limbah cair yang dialirkan dari hasil prosesing pangan yang berasal dari tumbuhan. Substansi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;racun tidak secara terus menerus bermpur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada aliran limbah pangan. Beberapa limbah terentu tidak dapat diolah bahkan dapat menyebabkan gangguan dan memerlukan biaya tambahan untuk mendaurnya. Beberapa limbah yang bermasalah diantaranya minyak dan lemak, jaringan tumbuhan dan hewan dan bahan-bahan sampah lainnya. Oleh karena itu bentuk isolasi dan pengolahan pendahuluan dari aliran limbah yang dilakukan sebelumnya merupakan tindakan esensial sebelujm dibuang pada fasilitas pada lahan pusat pengolahan limbah. Jika limbah berambah secara terus menerus maka kemampuan system pengolahan limbah pelu ditambah pula..Pengolahan pangan selalu dapat menerima respon hubungan untuk pengolahan pendahuluan atau dapat mendukung pengolahan limbah tanaman dan program pengenbangan. Para pengolah/prosesor selalu memperhitungkan dan mempertimbangkan bea tambahan pengolahan limbah yang tinggi yang akan ditangani pada pengolahan pendahuluanKalkulasi biaya awal sebagai pedoman dasar rata-rata yang digunakan oleh prosesor untruk mengkonsentrasikan bahan-bahan limbah seperti BOD&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;, cairan suspensi,&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;dan lemak sebagai contoh akan diisi aliran dasar rata-rata untuk seluruh saluran dengan 50% pajak air termasuk untuk pemasukan pribadi, biaya pengolahan untuk BOD dan cairan suspensi, termasuk biaya tambahan untuk mengkonsentrasikan limbah ketika maksimum menjadi minimum dan kriterian biaya normal. Sistem pusat pendaur ulangan dipertimbangkan sangat menguntungkan untuk limbah tumbuhan kecil pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengolahan pendahuluan limbah cair. Para pengolah/prosesor telah menemukan bahwa penyedia pengolahan pendahuluan yang akan datang akan disesuaikan sangat menguntungkan karena sesuai dengan tingkat kebutuhan dan peraturan . Beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan pengolahan pendahuluan untuk mengurangi biaya tambahan pada pembuangan terakhir pengolahan limbah cair. Prossesor telah berusaha meningkatkan volume pengolah limbah cair untuk mencegah biaya yang lebih tinggi, selain juga dapat menangani kekurangan kapasitas pusat pengolahan limbah kota yang terjadi . Beberapa keuntungan pada pengolahan pendahuluan limbah cair sesuai dengan peraturan lokal yang dipertimbangkan. Lemak dan bahan padat dari tumbuhan dan produk hewan memiliki nilai pasar yang baik, permintaan dari industri sabun dari tumbuhan, industri bahan makanan tumbuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan industri-industri lain menjadikan limbah padat menjadi menguntungkan dan dapat mengurangi jumlah pengolahan limbah cair. Jika saluran pembuangan limbah memiliki biaya yang tinggi maka pengolahan pendahuluan dapat diekonomiskan dengan menggunakan sistim pengolahan pendahuluan yang lebih baik sehingga akan memngurangi biaya ini. Keluhan masyarakat terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;limbah dapat diredakan dengan adanya rasa tanggung jawab dari pihak pressesor atau pengolah pangan. Beberapa kerugian pada sisitim pengolahan pendahuluan limbah cair :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Fasilitas pengolahan pendahuluan sangat mahal dan sangat rumit pada proses pengoprasiannya &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Modal atau biaya utama , biaya kontrol dan pencatatan pada sistim pengolahan pendahuluan sangatlah mahal &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Fasilitas pengolahan pendahuluan dianggap sebagai pajak barang milik kecuali peraturan pemerintah mengizinkan bebas pajak untuk pengolahan limbah ini.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasil dari surfai pada tumbuhan dan pengulangan konserfasi limbah aktif pada sisitim daur ulang limbah menunjukkan adanya keessensialan untuk dimodifikasikan, didesain dan diperkirakan biayanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada system pengolahan pendahuluan. Biaya perkiraan termasuk bagian proses aliran pada pengolahan pendahuluan yaitu diantaranya system aerasi dan kolam lemak biaya konservasi limbah dan aerasi dapat dihitung berdasarkan pada estimasi penurunan aliran, BOD, padatan suspensi dan lemak. Secara umum proses pengolahan pendahuluan terdiri dari aliran keseimangan, separasi bahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan SS. Separasi dilakukan secara terus menerus dengan melakukan penambahan kapur, alum, besi cloride (FeCl&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;) atau sebuah seleksi polimer. Tongkat (flocculation) diperkirakan akan bersatu dengan alaum dan kapur. Penambahan kapur dan besi cloride digunakan untuk membantu terbentuknya suspensi gumpalan padatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h1 style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Keseimbangan aliran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keseimbangan dan penetralan aliran digunakan untuk mengurangi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tekanan hidrolik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada saluran limbah. Fasilitas yang diharapkan adalah suatu rencana dan desain peralatan pemompaan untuk mengurangi perubahan/naik turunnya aliran yang dilepas. Operasi cara ini dapat menguntungkan secara ekonomis, perlakuan prosesing secara tetap pada limbahn itu sendiri atau pelepasan menuju desentralisasi air limbah setelah pra perlakuan. Keseimbangan tangki memiliki kapasitas untuk mengirimkan air limbah untuk didaur ulang atau pemanfaatan kembali, atau memberikan aliran secara utuh tetap pada fasilitas perlakuan siang hari dan malam hari. Unit ini dikarakterisasi dari bermacam aliran pada dan suatu aliran tetap dari tangki. Keseimbangan tangki-tangki dapat berupa danau dekat sungai, tangki konstruksi baja, atau tangki konkrit, seringkali tanpa suatu pelindung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Screening&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses yang seringkali digunakan pada pretreatment adalah screening/penyaringan,dimana secara normal penyaring getar, penyaring statis, atau penyaring berputar.getaran serta putaran penyaringan lebih sering digunakan karena dapat diizinkan sebelum perlakuan pada jumlah luasan air limbah mengandung berlebih unsur organic.Penyaringan diharapkan beradaptasi secara baik pada aliran kemudian (air dalam aliran depan dan lewat dengan landungan bahan padatan yang dipindahkan dari saringan). Cara operasi dan macam luasan dalam aksi makanik dan ukuran jarring/jala penyaring. Ukuran lubang saringan digunakan dalam kisaran pre treatment dari pendekatan 12,5 mm dalam diameter untuk saringan statis berkisar 0,15 mm dalam diameter untuk perputaran getar dengan kecepatan tinggi sentuhan saringan. Penyaringan seringkali digunakan dalam kombinasi untuk mencapai harapan efesiensi dari bahan padatan yang dipindahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Skimming&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses ini seringkali bersatu jika luas, dimana padatan terapung. Padatan tersebut terkumpul dan berpindah menuju beberapa tempat atau mendahului alat. Lime dan FeCl&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;, atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;polimer yang terpilih kemungkinan ditambahkan untuk menambah pemisahan padatan, dan pengadukan memungkinkan untuk manggumpalkan padatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h1 style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perlakuan &lt;b&gt;pertama&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Prinsip utama dari perlakuan ini adalah pemindahan partikel-partikel dari air limbah. Pengendapan dan teknik pengapungan/floatation digunakan pada perlakuan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Sedimentasi/Pengendapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedimentasi merupakan teknik utama pada perlakuan ini untuk memindahkan padatan dari air limbah karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air limbah memiliki perubahan kandungan yang substansial unsure padatan. Seperti 40% sampai 60% padatan, atau BOD&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt; mendekati 25% sampai 35% , dapat berpindah dengan penyaringan sebelum perlakuan dan sedimentasi utama. Beberapa padatan yang dipindahkan sulit larut dan tidak terukur dengan tes BOD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu tangki berbentuk segi empat/bijur sangkar atau kangki sirkulasi saringan adalah sering digunakan pada perlakuan utama. Sejumlah tangki set bekerjasama slowly rotating collector dengan ikatan pengaduk dimana goresan tetap pada endapan/lumpur dari bawah tangki dan lemak susu mengapung pada permukaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem desain dari sedimentasi bekerja sesuai ukuran dari tahanan tong dan memberikan ketenangan/keseimbangan yang tetap untuk limbah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bermacam temperatur dari air limbah juga cenderung menghasilkan endapan karena perkembangan konveksi panas berpengaruh dan berpotensi menyebar ke sekitarnya terutama bagian tepi. Perpindahan lemak melengkapi selama pra perlakuan ini proses berlanjut mengurangi buih pada permukaan.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengapungan&lt;span style=""&gt;                                                             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada perlakuan ini. Lemak, minyak, dan bahan endapan lainnya berpindah dari air limbah. Alasan utama bahwa pengapungan digunakan dalam industri pangan adalah bahwa cara ini efektif dalam pemindahan minyak/lemak dari limbah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Udara yang terjebak pada pengapungan/Dissolved Air Flotation (DAF) memindahkan bahan endapan dari air limbah menggunakan gelembung udara kecil. Ketika pemisahan partikel-partikel menahan gelembung-gelembung udara yang sangat kecil, spesifik grafiti dari hasil akhir partikel menjadi berkurang dibandingkan pada air. Pemisahan partikel dari membawa cairan dalam peningkatan pemindahan dengan penahanan pada gelembung udara. Partikel-partikel yang mengapung untuk penghilangan dari air limbah.Juga, proses perlakuan sebelum ini terlibat langsung dari bahan limbah dengan suatu daur ulang. Penyaringan aliran menghasilkn tekanan udara yang disuntikan dalam tangki tekanan. Kombinasi arah aliran masuk penyaring tong dan pelep;asan tekanan menyebabkan terbentuknya gelembung-gelembung udara kecil. Dimana berpindah keatas menuju permukaan air.bersamaan dengan itu membawa partikel-partikel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gelembung-gelembung udara, dimana bekerja sama prinsip pengapungan dengan penghilangan dari minyak dan endapan partikel, dapat terbentuk dalam air limbah dengan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menggunakan pendorong berputar atau pemecah udara untuk bentuk gelembung udara pada tekanan atmosfir.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kejenuhan dari cairan medium dengan udara dan perbagian kombinasi dari campuran menuju hampa udara untuk pembentukan gelembung&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kejenuhan dari udara dengan cairan dibawah tekanan tinggi dan perbagian melepaskan pembentukan gelembung.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h1 style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Flocculating &lt;span style="font-style: normal;"&gt;agen digunakan sebelum perlakuan sebelum perlakuan dengan DAF unit.Perlakuan dengan DAF sangat luas karena relatif terlalui dan karena padatan awal sama rendah densitasnya dibandingkan air dapat dipindahkan. Teknik perlakuan ini memakan modal tinggi dan memerlukan biaya operasi, khususnya untuk kimia tambahan dan penanganan lumpur limbah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sistem utama DAF suatu konsentrasi dari bakteri dimana dipelihara hidup dengan system pendegradasian biologis polusi dalam aliran. Rencana peniadaan air, seperti sabuk penyaring, dapat bekerja sama dengan DAF. Setelah pengapungan minyak dan lemak terperangkap, dapat dikenai perlakuan secara kimiawi dan bahan pengkondisi, mirip proses pemisahan cairan dan padatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teknologi pengapungan juga dapat beradaptasi pada penanganan lumpur dan penanganan kedua dan perlakuan tersier. Pengolahan pangan dengan jumlah yang substansial dari minyak dan lemak dalam system penanganan limbah. Sebelumnya, salah satu masalah pengapungan merupakan perpindahan aliran; bagaimanapun, jumlah rata-rata tertinggi komersial pengapungan bertujuan mengurangi pergolakan/perputaran aliran sekarang memungkinkan. Instalasi dari lamella dapat mempertahankan ketiadaan rasa yang berlaku dan memotong sirkuit dan dengan desain lengkap memasukkan secara baik dapat sesuai dengan pemisahan padatan-cairan, memproduksi padatan yang lebih kental dan kualitas aliran yang lebih baik pada penyaring.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lumpur yang terkumpul dari perlakuan utama mengandung 2%-6% padatan yang harus diendapkan sebelum dibuang lebih lanjut. Biaya proses pengendapan dan pembuangan kotoran merupakan pengeluaran utama dari proses pengolahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotoran/limbah jika limbah tersebut tidak digunakan sebagai pupuk atau keperluan lainnya. Beberapa perlakuan biodegradasi pada zat organic menghasilkan sedikit limbah sehingga system ini dapat menghemat biaya pengolahan limbah. Jika limbah ini dijadikan sebagai by produk, maka biaya penanganan limbah dapat dihemat dan nilai jual dari produk ini cukup tinggi sehingga lebih menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Parit Oksidasi (Oxidation Ditch)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Parit oksidasi merupakan system penanganan biologik aerobik yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;layak untuk limbah pertanian apakah berbentuk cairan seperti pada limbah pengolahan pangan atau bubur seperti pada limbah peternakan. Sebagian besar parit-parit oksidasi digunakan untuk limbah peternakan babi walaupun juga telah diterapkan dalam industri susu dan daging sapi, serta peternakan unggas. Pertimbangan untuk menggunakan parit oksidasi dalam operasi peternakan termasuk : a) pencegahan dan pengendalian bau, b) penghematan tenaga kerja, c) penanganan limbah dan d) mudah menggabungkan dalam bangunan terkurung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Parit oksidasi dapat berada di dalam atau di bagian luar bangunan. Parit oksidasi dangkal dan dapat digabungkan dalam fasilitas-fasilitas peternakan. Parit oksidasi eksternal serupa dengan lagun aerasi. Pemilihan antara lagun aerasi dan parit oksidasi eksternal dihubungkan dengan bentuk dan jumlah lahan yang tersedia serta kebutuhan oksigenasi dan tenaga aerator permukaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kontraktor biologi berputar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kontraktor biologi berputar (rotating biological contractor) analog dengan penyaring menetes berputar (rotating trickling filter). Cakram, dihubungkan dengan suatu tangkai dan diberi jarak yang pendek dari satu cakram ke cakram lain, diputar dalam tangki semisirkular dimana limbah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cair mengalir. Cakram-cakram plastik ringan bergaris tengah besar, direndam sekitar 35-45 persen di dalam tangki. Lapisan biologik terbentuk pada permukaan cakram dengan cara yang serupa pada permukaan penyaring menetes. Bila direndam dalam air limbah, lapisan mikroba akan menyerap bahan organic. Pada saat berputar cakram membawa lapisan air limbah ke udara yang akan menetes pada permukaan cakram dan lapisan mikroba akan menyerap oksigen. Organisme pada permukaan cakram menggunakan oksigen dan bahan organic untuk pertumbuhan, mengurangi kebutuhan oksigen dari air limbah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-4069075119285273899?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/4069075119285273899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=4069075119285273899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4069075119285273899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4069075119285273899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/limbah-industri-pangan-berbahayakah.html' title='Limbah Industri Pangan, Berbahayakah?'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-3162977942761687595</id><published>2008-03-04T02:08:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T02:11:23.723+07:00</updated><title type='text'>Milk Treatment</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MT KPBS Pangalengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Milk Treatment&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; KPBS merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan susu segar, susu segar pasteurisasi dengan rasa, susu segar pasteurisasi tanpa rasa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain itui juga dikirim ke industri pengolahan susu (IPS) untuk diolah lebih lanjut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selama bulan April 2003, &lt;i&gt;Milk Treatment&lt;/i&gt; KPBS Pangalengan menerima jumlah susu segar dari anggota sebanyak 2.669.741,5 liter yang disajikan dalam tabel 4. .Rata-rata total jumlah penerimaan susu segar setiap harinya adalah sekitar 50.000 kilogram bahan baku susu segar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahan baku susu segar diperoleh dari para peternak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menjadi anggota KPBS sebanyak 6.570 orang yang berada di daerah kerja MT KPBS yang meliputi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Pangalengan, Kecamatan Kertasarie, dan Kecamatan Pacet. Ketiga daerah kerja ini terdiri dari 21 Desa, 28 KOMDA, dengan 178 kelompok peternak sapi perah yang tersebar padaa 35 Tempat Pelayanan Koperasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Para anggota menyerahkan susu ke tiap-tiap TPK yang terdekat sesuai dengan kelompoknya, untuk kemudian ditampung dan dibawa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Milk Treatment&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; untuk diolah menjadi susu pasteurisasi, baik susu rasa maupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa rasa dan susu &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;chilled&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;. Tempat Pelayanan Koperasi yang tegabung dalam Komisariat Daerah, yaitu Ciawi, Sukamenak, Cipanas I, Cipanas II, Kebon Jambu, Pulosari, Pangalengan, Warnasari, Bojong Waru, Norogtog, Lebak Saat, Cisangkuy, Citere, Babakan Kiara, Los Cimaung I, Los Cimaung II, Wates, Gunung Cupu, Pintu, Cipangisikan, Wanasuka, Cisabuk, Cibereum, Sukapura, Lodaya, Wates, dan Cinangsi. Sedangkan susu yang berasal dari wilayah timur, yaitu wilayah Goha, Cikembang, Plered, Cihawuk, Cirawa, Cibeureum, Cihalimun, Sukapura, Cisabuk, Wanasuka, Kertasari, Citawa, Lodaya, Gunung Cupu, dan Wates langsung dikirimkan ke IPS setelah terlebih dahulu dilakukan proses pendinginan di &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Milk Treatment&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; Goha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-3162977942761687595?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/3162977942761687595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=3162977942761687595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/3162977942761687595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/3162977942761687595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/milk-treatment.html' title='Milk Treatment'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-5970711059720630603</id><published>2008-03-04T02:04:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T02:08:06.537+07:00</updated><title type='text'>Peternakan Sapi Perah Di Kecamatan Bayongbong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usaha Peningkatan Ekonomi Peternak Sapi Perah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat Kecamatan Bayongbong sebagian besar merupakan komunitas yang memiliki pola mata pencaharian sebagai petani dan peternak meskipun sebagian besar mereka memiliki usaha musiman merajang daun tembakau.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Udara yang sejuk menjadikan kawasan tersebut sangat cocok untuk memelihara ternak sapi perah. Hampir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setiap desa di kecamatan Bayongbong memiliki peternakan sapi perah secara tradisional, terutama desa-desa yang memiliki wilayah di kaki gunung Cikuray. Hal tersebut sangat didukung oleh keadaan iklim/cuaca yang cukup mendukung sehingga usaha peternakan sapi perah dapat terus berlangsung hingga kini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Produk yang dihasilkan dari peternakan tersebut adalah berupa susu segar yang didistribusikan ke Koperasi Unit Desa Bayongbong. Namun demikian ternyata sebagian besar peternak merasa tidak cocok atas harga susu yang diterima oleh KUD yakni tidak lebih dari Rp.1350,00 per liter susu, sedangkan pihak KUD mengklaim bahwa kualitas susu para peternak, khususnya di Desa Cinisti sangat rendah sehingga tidak pantas diberikan harga yang tinggi. Hal tersebut menjadi permasalahan tersendiri bagi sebagian besar peternak, karena dengan harga tersebut penghasilan mereka masih belum mencukupi untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah melakukan survey serta observasi selama beberapa hari dilingkungan peternak sapi perah Desa Cinisti, akhirnya penulis menyimpulkan bahwasanya pola tata laksana beternak sapi perah peternak di Desa Cinisti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih belum memenuhi syarat kelayakan usaha. Hal ini terjadi karena para peternak masih memegang pola tradisional dan beternak hanyalah sebagai usaha sambilan, karena kegiatan utama mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah mengiris/merajang daun tembakau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka para mahasiswa KKN mengadakan penyuluhan mengenai perawatan ternak sapi perah yang mengarah pada pola tata laksana beternak sapi perah yang baik dan benar bekerjasama dengan pihak Balai Penyuluh Pertanian ( BPL ) yang melibatkan para petugas penyuluh lapangan. Kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan dapat memberikan pengarahan serta masukan bagi para peternak agar lebih mengarah pada pola tata laksana yang benar sehingga dapat lebih menguntungkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun demikian, untuk mengubah pola tersebut tidaklah mudah dan perlu adanya perhatian serta penanganan yang berkelanjutan dari berbagai pihak yang terkait seperti KUD, PPL/KCD serta para ketua kelompok peternak yang ada di Kecamatan Bayongbong agar setahap demi setahap peternak dapat merubah pola dari tradisional menjadi pola sesuai tata laksana beternak sapi yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adapun permasalahan yang sangat potensial menjadikan harga susu jatuh sewaktu di KUD adalah penanganan pasca pemerahan yang masih kurang dalam hal sanitasi, karena hal tersebut akan sangat mempengaruhi kualitas susu. Sebaik apapun kualitas susu yang dihasilkan akan jatuh harganya jika penanganan pasca pemerahan kurang baik. Hal ini dapat terjadi karena selama proses distribusi susu dari peternak ke KUD terjadi kontaminasi susu oleh mikroorganisme, terutama bakteri sehingga susu akan mudah rusak dan harga pun akan jatuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk itulah perlu adanya jalan pemecahan lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan para peternak jika keadaan kurang baiknya sanitasi masih belum dapat diatasi. Salah satu cara menuju arah tersebut adalah dengan cara memberikan keterampilan pada peternak dalam mengolah susu menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual lebih sehingga sebagian susu yang diperah dapat diarahkan kepada pembuatan produk olahan susu seperti Karamel, Susu Kental Manis dan Dodol Susu. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2002 Cinisti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-5970711059720630603?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/5970711059720630603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=5970711059720630603' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/5970711059720630603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/5970711059720630603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/peternak-bayongbong.html' title='Peternakan Sapi Perah Di Kecamatan Bayongbong'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-449701186786184086</id><published>2008-03-04T01:46:00.002+07:00</published><updated>2008-03-04T02:00:31.475+07:00</updated><title type='text'>Pangalengan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     KPBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sejak zaman penjajahan Belanda, Pangalengan dikenal sebagai daerah peternakan sapi perah yang dikelola oleh Belanda. Perusahaan tersebut adalah &lt;i&gt;Friesche Terp, Almanak, Van Der Els, dan Bigman. &lt;/i&gt;Keempat perusahaan tersebut melakukan pemasaran bersama melalui &lt;i&gt;Bandungsche Melk Center ( BMC ). &lt;/i&gt;Ketika berlangsung pendudukan Jepang di Indonesia, perusahaan-perusahaan tersebut hancur. Sapi-sapi yang masih hidup diselamatkan dan dipelihara oleh penduduk sekitarnya. Pada saat itulah peternakan sapi perah dijadikan masyarakat sebagai usaha keluarga. Pemeliharaan sapi ini kemudian digunakan sebagai pendukung usaha pertanian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pada bulan Nopember 1949, berdirilah wadah koperasi dengan nama Gabungan Petani, Peternak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sapi Indonesia Pangalengan ( GAPPSIP ) dengan maksud meningkatkan populasi ternak sapi perah dan meningkatkan pendapatan peternak sapi perah. Sejak tahun 1949 sampai dengan 1962 GAPPSIP memberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sumbangan besar dalam pengembangan usaha peternakan sapi perah di Pangalengan. Usaha sapi perah yang pada awalnya sebagai usaha sampingan akhirnya tumbuh dan berkembang dengan cepat. Situasi politik dan ekonomi Indonesia yang memburuk pada awal tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1960 berpengaruh negatif terhadap perkembangan GAPPSIP. Kondisi ini diperburuk dengan semakin menguatnya posisi para tengkulak dalam pemasaran susu. Pada tahun 1961 GAPPSIP tidak mampu lagi menghadapi keadaan ini sehingga pada tahun 1963 menghentikan segala aktivitrasnya dan selanjutnua tata niaga susu di Pangalengan diambil alih oleh para tengkulak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Para peternak adalah pihak yang paling banyak dirugikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan hancurnya GAPPSIP mereka terpaksa harus menjual susunya kepada para tengkulak dengan harga yang sangat rendah yaitu Rp. 9,-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;per liter. Sementara itu para tengkulak menjual susu dengan harga Rp. 60,- per liter kepada konsumen. Kondisi ini berlangsung sepanjang tahun 1963-1968.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menyadari buruknya keadaan tersebut, maka disepakati untuk mendirikan lagi wadah koperasi. Kesepakatan ini didorong oleh adanya kesadaran kepemilikan sapi perah dalam skala kecil, jauhnya ke tempat pemasaran dan sifat susu yang mudah rusak. Bersamaan dimulainya REPELITA I pada tanggal 1 April 1969 berdirilah KPBS Pangalengan dengan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung, bantuan Gubernur Jawa Barat, Dirjen Peternakan, dan UNICEF. Pada tanggal 8 Juli 1969 KPBS memperoleh Hak Badan Hukum No.4353/BH/IX-18, yang kemudian pada tanggal 31 Desember 1969 diperbaharui menjadi No. 4353 A/BH/DK-X/20. Tugas pokok yang diemban oleh KPBS pada mulanya adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Memulihkan      iklim perkoperasian dalam bidang peternakan di Bandung Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ikut      serta dalam usaha peningkatan pendapatan peternak sapi perah bersama      pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berperan      aktif dalam melaksanakan program pemerintah yang digariskan dalam pola      pengembangan lima tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sejak berdirinya KPBS, masyarakat Pangalengan khususnya anggota KPBS telah melakukan uji coba pemanfaatan produk susu yang tidak terjual dengan memprosesnya menjadi beberapa produk ( karamel, dodol susu, kerupuk susu dan tahu susu ) yang sifatnya tidak komersil. Baru kemudian pada tahun 1986 beberapa industriawan rumah tangga yang juga anggota KPBS dibina dan mendapat bimbingan dari KPBS, Dinas Peternakan Kecamatan Pangalengan termasuk pembinaan dari Departemen Perindustrian Kabupaten Bandung untuk lebih meningkatkan mutu produk industri rumah tangga tersebut. Bantuan yang dimaksud berupa penyediaan bahan baku susu dan bahan tambahan sesuai dengan permintaan industri rumah tangga, Pembinaan manajemen usaha industri rumah tangga, membantu pemasaran produk industri rumah tangga, dan membantu promosi produk industri rumah tangga melalui pameran yang diadakan pada tingkat kabupaten, kotamadya sampai pada tingkat nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.75in; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;KPBS&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus mengalami perkembangan seiring dengan jumlah peternak yang semakin banyak yaitu dengan berdirinya Milk Treatment ( MI ) Goha di wilayah timur. MT yang terletak di Goha ini berdiri pada tahun 1998 dimaksudkan untuk mengantisipasi kerusakan susu segar dari para peternak sapi di wilayah timur karena akibat perjalanan jauh mobil tangki yang ditempuh. Kerusakan bisa disebabkan jalan rusak dan berdebu sehingga menyebabkan terkontaminasinya susus segar oleh mikroorganisme dari tangki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-449701186786184086?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/449701186786184086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=449701186786184086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/449701186786184086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/449701186786184086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/pangalengan.html' title='Pangalengan'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-1073311299792170212</id><published>2008-03-04T01:39:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T01:44:44.916+07:00</updated><title type='text'>Garut Sebagai Kawasan Peternakan Sapi Perah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bayongbong 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kecamatan Bayongbong Kabupaten DT II Garut sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra usaha ternak perah. Usaha tersebut berkembang cukup pesat karena ditunjang oleh sarana dan prasarana yang cukup memadai, diantaranya terdapat  KUD Unit Persusuan, sehingga terjadi peningkatan populasi ternak sapi perah yang pada akhirnya diikuti pula dengan peningkatan produksi susu.&lt;br /&gt;Hingga saat ini susu segar yang dihasilkan peternak di Kabupaten Garut belum diolah menjadi produk olahan sus, tetapi masih dipasarkan dalam bentuk segar melalui KUD yang selanjutnya dikirim ke Industri Pengolahan Susu (IPS) di Jakarta. Selama pemasaran tersebut sering dijumpai kendala berupa rusaknya susu sebelum sampai ke IPS yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan, oleh karena itu perlu dicari jalan keluarnya, salah satu alternatipnya melalui pengolahan susu.&lt;br /&gt; Aplikasi teknologi pengolahan susu sebaiknya menggunakan teknologi yang mudah diserap dan cepat dikuasai oleh peternak atau usaha kecil setempat, antara lain  melalui pembuatan karamel, dodol susu, susu kental manis dan sebagainya. Alasan aplikasi teknologi pengolahan susu menjadi produk olahan susu tersebut, karena Garut sudah lama dikenal sebagai kota industri dodol yang produknya telah dikenal ke berbagai mancanegara, seperti negara-negara Timur Tengah, Malaysia dan sebagainya. Selain itu, dengan menguasai teknologi pengolahan susu secara sederhana akan mudah dilakukan, sehingga apabila susu peternak ditolak maka keluarga peternak dapat melakukan diversifikasi produk sehingga peternak tetap memperoleh pendapatan.  Di sisi lain, ketergantungan peternak terhadap industri pengolahan susu semakin kecil,  dan dengan melakukan diversifikasi produk, pendapatan peternak akan semakin besar dibandingkan bila hanya menjual produk berupa susu segar.&lt;br /&gt; Bahan baku dodol terbuat  dari tepung beras ketan, gula, terigu dan flavor, sehingga makanan ini kaya akan energi akan tetapi rendah protein. Dengan melalui inovasi pembuatan dodol susu yang terbuat dari bahan baku susu akan meningkatkan nilai gizi dodol tersebut. Produk dodol susu saat ini sudah lama dikenal di Pangalengan, Kabupaten Bandung, disamping produk-produk olahan susu lainnya seperti karamel, kerupuk susu dan sebagainya. Prestasi di daerah Pangalengan sebagai penghasil produk olahan susu perlu dikembangkan di daerah lainnya seperti Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. Hal tersebut sangat memungkinkan mengingat daerah tersebut merupakan sentra peternakan sapi perah.&lt;br /&gt; Pengenalan teknologi sederhana pengolahan susu melalui pembuatan karamel dan dodol susu, perlu juga dibekali dengan teknologi pengolahan yang lebih maju diantaranya pembuatan susu kental manis (SKM). Teknologi pengolahan susu tersebut perlu dimasyarakatkan melalui kegiatan pelatihan pengolahan susu, sehingga diharapkan dapat menimbulkan wirausaha baru dan sekaligus meningkatkan pendapatan peternak dan nilai tambah yang pada akhirnya dapat menyerap tenaga kerja baru.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-1073311299792170212?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/1073311299792170212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=1073311299792170212' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/1073311299792170212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/1073311299792170212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/garut-sebagai-kawasan-peternakan-sapi.html' title='Garut Sebagai Kawasan Peternakan Sapi Perah'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3865006765640167220.post-4411952264819877903</id><published>2008-03-04T01:31:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T01:37:57.119+07:00</updated><title type='text'>Peternakan Sapi Perah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susu Sapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana kita ketahui susu merupakan salah satu bahan baku pangan yang memiliki nilai gizi yang sangat baik, terutama untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi manusia. Menurut Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan ( 1991 ), susu segar adalah cairan yang berasal dari ambing sapi yang sehat, diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tidak mengalami penambahan atau pengurangan suatu komponen apapun, tidak mengandung bahan makanan tambahan, bahan tambahan dan sisa iradiasi atau perlakuan fisik lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Susu dihasilkan dan disimpan hampir secara terus menerus pada masa pemerahan. Hal ini dapat diperlambat atau terhenti sama sekali oleh tekanan susu yang terhimpun dalam alveoli. Oleh karena itu seringnya pemerahan akan mengurangi tekanan ini dan baik untuk produksi susu. Pada waktu pemerahan, sapi mengeluarkan susunya. Hal ini merupakan gerakan tak sadar yang dikendalikan oleh saraf perasa yang membawa perintah dari ambing ke otak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Susu adalah suatu sekresi yang komposisinya sangat berbeda dari komposisi darah yang merupakan asal susu, misalnya lemak susu, kasein. Laktosa yang disintesa oleh alveoli dalam ambing, tidak terdapat di tempat lain manapun dalam tubuh sapi. Sejumlah besar darah harus mengalir melalui alveoli dalam pembuatan susu yaitu sekitar 50 kilogram darah dibutuhkan untuk menghasilkan 30 liter susu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Komposisi susu sangat beragam tergantung pada beberapa faktor, tetapi rata-rata komposisi untuk berbagai kondisi dan jenis sapi perah adalah lemak 3,9 %, protein 3,4 %, laktosa 3,8 %, abu 0,72 %, air 78,10 %, serta bahan-bahan lain yang jumlahnya sedikit seperti enzim-enzim, fofolipid, viatamin A,B dan C (Fleet, 1987). Disamping nilai kandungannya yang tinggi susu juga merupakan jenis bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan, kerusakan yang umumnya terjadi adalah kerusakan mikrobiologis, enzimatis dan mekanis, Oleh karena itu untuk mendapatkan produksi susu dengan kualitas yang baik diperlukan penanganan masa panen dan pasca panen yang baik pula. Penanganan tersebut dimulai dari tingkat peternak sampai ke proses pengolahan di tingkat produksi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu koperasi tunggal usaha dalam bidang produksi susu yang menerapkan pola agroindustri dalam menjalankan usahanya adalah Koperasi Peternakan Bandung Selatan, Pangalengan. Kegiatan utamanya adalah mengolah susu segar yang dikumpulkan dari peternak di daerah Pangalengan dan sekitarnya. Susu segar ini diolah menjadi susu dingin untuk desetorkan ke industri pengolahan susu pasteurisasi. Susu yang diproduksi di Koperasi Peternakan Bandung Selatan meliputi susu pasteurisasi murni dan susu pasteurisasi rasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena sifat dari susu segar yang mudah mengalami kerusakan serta dengan semakin ketatnya persaingan dalam pemasaran susu, diperlukan teknologi pengolahan susu dan kajian proses pengolahan susu yang optimal untuk meningkatkan kualitas susu yang diproduksi sehingga dapat bersaing. Peningkatan kualitas susu yang diproses oleh &lt;i&gt;Milk Treatment&lt;/i&gt; KPBS pangalengan meliputi beberapa aspek yaitu penanganan susu segar mulai dari peternak hingga ke&lt;i&gt; Milk Treatment&lt;/i&gt;, teknik proses pengolahan susu, pengawasan mutu, pengemasan dan sanitasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3865006765640167220-4411952264819877903?l=agro-ekonomi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/feeds/4411952264819877903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3865006765640167220&amp;postID=4411952264819877903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4411952264819877903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3865006765640167220/posts/default/4411952264819877903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agro-ekonomi.blogspot.com/2008/03/peternakan-sapi-perah.html' title='Peternakan Sapi Perah'/><author><name>Nanda Nurdiansyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
